UAE Dilaporkan Ikut Serangan Rahasia Israel-AS ke Iran
Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, Uni Emirat Arab (UEA) dikabarkan secara diam-diam melancarkan serangan militer terhadap fasilitas Iran di Teluk, termasuk sebuah kilang di Pulau Lavan, pada awal April.
Menurut data yang dikutip dalam laporan, serangan itu memicu kebakaran besar dan menonaktifkan sebagian besar kapasitas fasilitas tersebut selama berbulan-bulan. UEA belum mengakui operasi tersebut secara publik.
Iran menggambarkan insiden itu sebagai “serangan musuh” dan melakukan balasan dengan gelombang serangan misil dan drone ke UEA dan Kuwait. Menurut data, Tehran telah meluncurkan lebih dari 2.800 proyektil, dan hingga laporan ini ditulis sebagian besar kekuatan api Iran diarahkan pada Emirat.
Dampak dari rangkaian serangan dan pembalasan itu terasa luas: Sumber lokal menyebutkan gangguan besar terhadap lalu lintas udara, penurunan pendapatan pariwisata, dan tekanan pada pasar properti. Hingga akhir April, lebih dari 18.400 penerbangan dibatalkan dan lebih dari 120 miliar dolar AS nilai pasar saham Abu Dhabi dan Dubai terkikis, menurut laporan.
Laporan juga menyebut adanya koordinasi militer erat antara UEA, Amerika Serikat, dan Israel selama konflik, serta dukungan diam-diam Washington terhadap keterlibatan Abu Dhabi. Beberapa video yang beredar sempat memperlihatkan jet tak dikenal di atas wilayah Iran yang tidak cocok dengan pesawat Israel atau AS, dan pada waktu yang sama Iran dilaporkan menembak jatuh sebuah drone buatan China dekat Shiraz.
Selain itu, menurut laporan terpisah yang dikutip oleh beberapa media, pasukan Israel diduga mendirikan pos militer rahasia di gurun Irak untuk mendukung kampanye udara melawan Iran; ketika pos tersebut ditemukan oleh pasukan Irak pada Maret, dilaporkan pasukan Israel menembak dan mengakibatkan satu anggota pasukan Irak gugur.
Belum dapat diverifikasi secara independen apakah UEA secara resmi atau operasional bertanggung jawab penuh atas semua serangan yang disebutkan dalam laporan. Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut, termasuk jumlah korban dan bukti keterlibatan langsung dari pihak-pihak yang disebutkan.
Photo by: Walid Ahmad, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship