Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun
Berdasarkan laporan yang dikutip dari Anadolu dan Middle East Monitor, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin mengajukan tuntutan kompensasi finansial terhadap Iran atas apa yang ia sebut sebagai puluhan tahun aktivitas militer dan represi dalam negeri.
Menurut data yang diposting Trump di platform Truth Social, ia menuntut pembayaran kepada keluarga mereka yang tewas pada serangan terhadap USS Cole pada tahun 2000 dan “ribuan” korban tempur lainnya yang menurutnya tewas akibat ranjau pinggir jalan dan serangan terkait. Trump juga meminta kompensasi untuk “ratusan ribu pengunjuk rasa tak bersalah” yang, menurut pernyataannya, gugur akibat tindakan pemerintah Iran selama 50 tahun terakhir.
Trump menyatakan Teheran harus turut bertanggung jawab atas kematian dan kerusakan di Lebanon, Suriah, Yaman, dan Gaza, dan menginstruksikan perwakilan AS untuk memasukkan tuntutan ganti rugi ini dalam semua pembicaraan masa depan dengan Iran.
Sumber lokal menyebutkan bahwa tanggapan publik di Iran beragam; sebuah gambar papan reklame besar yang menampilkan kata-kata “Revenge Is Inevitable” di Tehran menjadi simbol ketegangan yang meningkat di wilayah tersebut.
Hingga laporan ini ditulis, klaim angka-angka korban dan rincian tuntutan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh tim redaksi kami. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan resmi, angka korban, dan apakah tuntutan kompensasi tersebut akan diikuti dengan langkah diplomatik atau hukum formal.
Belum dapat diverifikasi secara independen pula apakah Iran akan merespons dengan tuntutan balasan atau apakah isu kompensasi ini akan menjadi bagian dari negosiasi yang lebih luas terkait pembukaan kembali jalur diplomasi dan masalah blokade jalur pelayaran di kawasan.
Laporan ini didasarkan pada pernyataan publik Presiden AS yang dilaporkan oleh beberapa media internasional; informasi lebih lanjut dan konfirmasi resmi diharapkan muncul dari pernyataan Departemen Luar Negeri AS dan sumber-sumber resmi Iran.
Photo by: Markus Winkler, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel