Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

‘Torture isn’t new to Palestinians’: Bagaimana Israel Mewarisi Praktik dari Kolonialisme

Admin June 12, 2026 at 17:04
‘Torture isn’t new to Palestinians’: Bagaimana Israel Mewarisi Praktik dari Kolonialisme

Berdasarkan laporan penyelidikan dan film dokumenter, praktik penyiksaan dan kekerasan seksual terhadap warga Palestina digambarkan sebagai warisan arsitektur kolonial yang dibangun oleh Inggris dan disempurnakan oleh Prancis sebelum diadopsi oleh aparat Israel.

Menurut data dan kesaksian yang dihimpun, pola pelanggaran ini ditelusuri dari peristiwa Nakba 1948 hingga tuduhan kontemporer, termasuk kasus yang disebut terjadi di fasilitas penahanan seperti Sde Teiman. Laporan-laporan tersebut menuduh penggunaan strategi pelemahan martabat, atau weaponized shame, sebagai alat pengendalian dan peniadaan komunitas.

Sumber lokal menyebutkan ada praktik yang terstruktur untuk memaksa pengakuan dan mendiamkan korban, serta adanya kesaksian whistleblower dan catatan badan internasional yang mengkritik penggunaan apa yang disebut logika kebutuhan oleh otoritas untuk membenarkan tindakan keras.

Hingga laporan ini ditulis, klaim-klaim terkait pola penyiksaan dan kekerasan seksual tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi keterangan tambahan, dokumen, dan bukti lapangan sebelum membuat penilaian akhir.

Beberapa sumber menyebutkan ada korban yang mengalami penyiksaan seksual dan kekerasan fisik; sumber lokal menyebutkan ada korban Muslim yang gugur dalam konteks pemenjaraan dan operasi keamanan, namun perincian jumlah, identitas, dan penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan.

Laporan ini menimbulkan seruan untuk akuntabilitas internasional dan pengawasan yang lebih ketat untuk menghentikan siklus impunitas, melindungi hak asasi warga Palestina, dan mengungkap akar historis praktik yang dinilai kontinu dari warisan kolonial. Tim redaksi masih memverifikasi langkah-langkah hukum dan tanggapan resmi dari pihak yang disebut dalam laporan.

Photo by: Monirul Islam, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.