Netanyahu ‘diam-diam’ Setujui Rekonstruksi di Rafah, Media Israel
Berdasarkan laporan media Israel yang dikutip Anadolu Agency, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz dikabarkan ‘diam-diam’ menyetujui rencana rekonstruksi di kawasan yang dikendalikan tentara di Rafah timur, Jalur Gaza.
Menurut data yang disiarkan Army Radio, persetujuan itu mencakup pekerjaan infrastruktur di kawasan yang disebut ‘Green Rafah’ untuk membangun proyek perumahan bagi warga Palestina yang berada di luar kendali Hamas. ‘Green Rafah’ dijelaskan sebagai area yang berada di bawah pengawasan militer Israel di dalam garis yang disebut ‘Yellow Line’ yang memisahkan zona pendudukan Israel dan area pergerakan warga Palestina.
Sumber lokal menyebutkan area tersebut telah ‘diselewengkan, diratakan, dan saat ini kosong’, serta direncanakan berada di bawah kendali pasukan multinasional. Laporan juga menyebutkan bahwa kontraktor Palestina yang telah diverifikasi oleh badan keamanan (Shin Bet) akan mengambil bagian dalam pekerjaan air, listrik, dan sanitasi.
Kantor Perdana Menteri mengatakan kepada media bahwa laporan itu terkait dengan program percontohan yang dipimpin Uni Emirat Arab dan diawasi oleh militer Israel, dan sempat menyebut informasi yang beredar sebagai rincian yang ‘didaur ulang’. Kelompok protes dan pengamat mengecam langkah tersebut, dengan alasan bahwa rekonstruksi sebelum demilitarisasi total dapat membuka jalan bagi kembalinya pengaruh Hamas di wilayah yang direkonstruksi.
Hingga laporan ini ditulis, belum ada pengumuman resmi yang luas dari pemerintah Israel mengenai jadwal rinci pengerjaan atau mekanisme pengawasan pasukan multinasional. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim terkait pelaksana proyek dan komposisi pasukan pengawas. Tim redaksi masih memverifikasi informasi tambahan dan akan memperbarui laporan jika ada konfirmasi lebih lanjut.
Photo by: Ofir Eliav, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel