Hamas: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza
Berdasarkan laporan dari beberapa media internasional, negosiator senior Hamas menegaskan bahwa pelucutan senjata tidak akan dilakukan sebelum Israel menarik pasukannya dari Gaza dan memenuhi kewajiban yang tercantum dalam kesepakatan Gaza.
Menurut data yang beredar tentang kerangka 15 poin yang dibahas di Kairo, rencana itu mencakup penyerahan peta terowongan, pembongkaran infrastruktur militer Hamas, dan transisi kekuasaan ke pemerintahan teknokratis yang didorong oleh mediator internasional. Pihak Amerika Serikat dan Mesir disebutkan ikut mendorong peta jalan tersebut, sementara Israel menyatakan syarat keamanan saat ini belum tercukupi.
Israel, menurut laporan, menolak ketentuan penarikan bertahap dan menegaskan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tidak akan mundur dari garis yang disebut “Yellow Line” sampai Gaza benar-benar didemiliterisasi. Sumber lokal menyebutkan ada tekanan diplomatik dari beberapa aktor regional, termasuk laporan tentang dorongan dari Iran agar Hamas menunda persetujuan akhir.
Hingga laporan ini ditulis, belum ada konsensus final antar pihak dan klaim penandatanganan atau pelaksanaan 15 poin tersebut Belum dapat diverifikasi secara independen. Beberapa sumber menyatakan bahwa perjanjian itu ditujukan untuk membuka akses bagi dana rekonstruksi dan penarikan bertahap pasukan, namun rincian mekanisme verifikasi dan penegakan masih dipersoalkan oleh Israel.
Beberapa laporan lokal menyebutkan adanya korban sipil dalam gelombang konflik yang berlangsung selama negosiasi, namun jumlah dan identitas korban belum dapat diverifikasi secara independen; sumber tidak merinci apakah korban berasal dari komunitas Muslim (disebut “gugur” dalam beberapa laporan) atau non-Muslim/kelompok terkait Iran/Hezbollah (disebut “tewas”).
Hingga saat ini, dana rekonstruksi besar-besaran yang dijanjikan untuk Gaza dilaporkan masih terhambat, dan situasi kemanusiaan tetap memburuk di beberapa wilayah. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim inti termasuk apakah Hamas benar-benar telah menandatangani rencana 15 poin, rincian tuntutan Israel, serta peran pasti mediator internasional dalam implementasi kesepakatan.
Laporan awal ini disusun berdasarkan liputan The Jerusalem Post, i24NEWS, TechTimes, dan The Guardian; detail lebih lanjut akan disampaikan setelah diverifikasi.
Photo by: Monirul Islam, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel