Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Tahanan Gaza Hidup dalam Kondisi Berat di Penjara Naqab

Admin May 14, 2026 at 20:09
Tahanan Gaza Hidup dalam Kondisi Berat di Penjara Naqab

Berdasarkan laporan متابعة قدس الإخبارية, kantor media para tahanan menyampaikan bahwa tahanan Gaza di Penjara Naqab hidup dalam kondisi penahanan yang sulit, di tengah kebijakan kelaparan, pengabaian medis, dan pembatasan ketat di dalam blok. Sumber lokal menyebutkan bahwa praktik penyiksaan sistematis, pengurangan pangan, dan pengabaian perawatan kesehatan menjadi keluhan utama para tahanan. Menurut data Yalla News Net, sejak awal 2023 penggunaan isolasi sel secara drastis meningkat—kasus anak-anak melonjak dari 1 menjadi 290, sementara kasus orang dewasa hampir tiga kali lipat menjadi 4.493—dan organisasi seperti Physicians for Human Rights menggambarkan kondisi ini sebagai bentuk penyiksaan sistematis. Organisasi hak asasi manusia menyerukan intervensi internasional untuk mencegah dampak psikologis jangka panjang dan mengakhiri tindakan hukuman tersebut. Hingga laporan ini ditulis, klaim mengenai jumlah kasus dan rincian perlakuan belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi informasi lebih lanjut dan akan memperbarui laporan jika ada data tambahan.

Photo by: Alexander F Ungerer, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.