DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026
Berdasarkan laporan, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) menyatakan bahwa tim nasional sepak bola Iran akan diizinkan memasuki Amerika Serikat satu hari sebelum setiap pertandingan mereka pada Piala Dunia 2026. Pernyataan itu menepis laporan sebelumnya yang menyebut tim harus tiba dan pulang pada hari pertandingan.
Menurut data yang beredar, beberapa staf manajerial dan administratif Iran telah ditolak visa. Kebijakan imigrasi yang ketat di bawah pemerintahan Trump disebut-sebut sebagai alasan utama, termasuk proses vetting yang lebih ketat yang menurut pejabat AS diperlukan demi alasan keamanan nasional.
Sumber lokal menyebutkan tim Iran saat ini berlatih di Meksiko dan berencana berpindah ke AS sehari sebelum jadwal pertandingan mereka. Hingga laporan ini ditulis, tim tetap berlatih di Meksiko dan belum melakukan perjalanan masuk ke wilayah AS untuk laga mereka.
Kasus penolakan dan penahanan lain juga dilaporkan dalam gelaran Piala Dunia kali ini. Seorang wasit asal Somalia, Omar Artan, dilaporkan ditolak masuk ke AS; seorang penyerang Irak, Aymen Hussein, dilaporkan ditahan selama tujuh jam; dan fotografer tim Irak dilaporkan dideportasi. Pejabat AS menyebutkan ada kekhawatiran terkait “keterkaitan” beberapa individu dengan organisasi yang dicurigai, dan menyatakan beberapa staf Iran mungkin memiliki hubungan dengan Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC).
Belum dapat diverifikasi secara independen klaim bahwa keputusan memberi kelonggaran waktu masuk itu merupakan bentuk “kedermawanan” dari Presiden Trump, atau bahwa semua penolakan visa sepenuhnya didasarkan pada fakta intelijen tertentu. Tim redaksi masih memverifikasi detail soal jumlah staf yang ditolak visa dan dasar penolakan tersebut.
Menurut data lain yang beredar di kalangan wartawan, kebijakan pembatasan perjalanan telah berdampak luas: puluhan ofisial, pelatih, wasit, dan suporter dari berbagai negara mengalami penolakan visa, penahanan sementara, atau pembatalan otorisasi perjalanan. Dampak ini memicu kritik bahwa Piala Dunia 2026 berisiko menjadi kompetisi yang terdampak politik dan birokrasi imigrasi.
Belum dapat diverifikasi secara independen pula klaim tentang angka pasti negara yang terkena larangan perjalanan atau alasan spesifik setiap penolakan. Sumber lokal dan pernyataan resmi pemerintah dipertentangkan di beberapa klaim, sehingga tim redaksi masih memverifikasi perkembangan lebih lanjut sebelum publikasi tambahan.
Photo by: Saifee Art, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel