Serangan Israel Menggempur Lebanon Meski Tanda-Tanda Kesepakatan AS-Iran Semakin Dekat
Berdasarkan laporan, serangkaian serangan udara Israel menghantam wilayah selatan dan timur Lebanon pada Minggu, sehari setelah satu serangan pada Sabtu menewaskan puluhan warga di selatan negara itu.
Menurut data kementerian kesehatan Lebanon, serangan di Sir al-Gharbiyeh pada Sabtu “mengakibatkan pembantaian” yang menewaskan 11 orang termasuk seorang anak dan enam wanita, serta menyebabkan sembilan orang luka-luka termasuk empat anak dan seorang wanita. Sumber lokal menyebutkan sejumlah lokasi lain di selatan dan timur juga menjadi sasaran, dengan beberapa korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
Berdasarkan laporan media internasional, gelombang serangan ini terjadi di tengah klaim bahwa Amerika Serikat dan Iran berada di ambang mencapai suatu kesepakatan untuk meredakan ketegangan regional. Hingga laporan ini ditulis, klaim tentang kemajuan negosiasi antara AS dan Iran masih belum dapat diverifikasi secara independen.
Sumber lokal menyebutkan bahwa kelompok bersenjata yang beroperasi di perbatasan, termasuk serangan berskala lebih kecil terhadap posisi-posisi Israel, terus memicu tanggapan militer. IDF (Angkatan Pertahanan Israel) merilis rekaman yang menunjukkan serangan terhadap sasaran yang dikatakan terkait dengan Hezbollah; Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim yang disampaikan kedua belah pihak tentang jumlah korban dan sasaran militer yang dihancurkan.
Belum dapat diverifikasi secara independen pula apakah perkembangan diplomatik antara AS dan Iran akan langsung berdampak pada pembatasan operasi militer di Lebanon, di mana situasi tetap mudah berubah. Pejabat regional menyatakan harapan agar kesepakatan yang mungkin tercapai dapat membuka jalan bagi pengurangan kekerasan, namun peringatan juga datang bahwa gencatan senjata lokal yang rapuh bisa runtuh jika serangan lintas batas terus berlanjut.
Hingga laporan ini ditulis, aktivitas militer di beberapa titik perbatasan terus berlangsung dan rumah-rumah warga sipil tetap terancam. Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut tentang korban dan dampak serangan, serta masih memantau perkembangan negosiasi diplomatik yang dikabarkan melibatkan AS dan Iran.
Photo by: Abdulrahman Alyaarobi, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship