Kabinet Israel Setujui Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid Kabinet Israel Setujui Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid

Kemarahan Setelah Serangan Israel terhadap Flotila Pengirim Bantuan ke Gaza di Perairan Dekat Siprus

Admin May 18, 2026 at 21:04
Kemarahan Setelah Serangan Israel terhadap Flotila Pengirim Bantuan ke Gaza di Perairan Dekat Siprus

Berdasarkan laporan, armada Global Sumud Flotilla melaporkan pasukan angkatan laut Israel melakukan penyergapan terhadap beberapa kapal mereka di perairan internasional sekitar 250 mil nautika dari pantai Gaza, dekat Siprus.

Menurut data yang disampaikan oleh penyelenggara misi, konvoi tersebut terdiri dari lebih dari 50 kapal dengan sekitar 420–500 aktivis dari sekitar 39 negara yang bertujuan mengirimkan bantuan kemanusiaan dan menantang blokade laut terhadap Gaza.

Penyelenggara menyatakan bahwa mereka “saat ini dikepung dan dalam intersepsi aktif oleh kapal perang Israel di perairan internasional” dan menilai tindakan itu sebagai “agresi ilegal di laut lepas” yang melanggar Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS).

Sumber lokal menyebutkan rekaman yang beredar memperlihatkan pasukan Israel mengelilingi dan merebut sejumlah kapal yang dilaporkan berada lepas pantai Siprus. Beberapa aktivis dilaporkan ditahan dan dipindahkan ke apa yang disebutkan sebagai “penjara mengapung” yang dikabarkan menuju pelabuhan Ashdod di Israel.

Menurut data dari pihak Israel, operasi itu dilakukan untuk mencegah apa yang mereka sebut sebagai provokasi dan memasukkan unsur yang dianggap berafiliasi dengan organisasi terlarang. Pemerintah Israel menyatakan tidak ada bantuan kemanusiaan yang cukup berarti dalam muatan kapal dan menegaskan langkah itu diperlukan demi keamanan nasional.

Reaksi internasional beragam: penyelenggara dan beberapa pemerintah mengutuk penyergapan tersebut sebagai tindakan “perompakan” di laut lepas dan pelanggaran hukum internasional, sementara Israel mempertahankan operasi sebagai tindakan pencegahan terhadap ancaman potensial. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim tentang muatan kapal, motif dan sejumlah detail operasional lainnya.

Hingga laporan ini ditulis, belum ada laporan resmi yang dapat dikonfirmasi mengenai korban jiwa terkait penyergapan tersebut. Tim redaksi masih memverifikasi pengakuan saksi mata, jumlah kapal yang disita, dan kondisi aktivis yang ditahan. Belum dapat diverifikasi secara independen seluruh klaim pihak-pihak yang terlibat.

Photo by: Hosny salah, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.