Kemarahan Setelah Serangan Israel terhadap Flotila Pengirim Bantuan ke Gaza di Perairan Dekat Siprus
Berdasarkan laporan, armada Global Sumud Flotilla melaporkan pasukan angkatan laut Israel melakukan penyergapan terhadap beberapa kapal mereka di perairan internasional sekitar 250 mil nautika dari pantai Gaza, dekat Siprus.
Menurut data yang disampaikan oleh penyelenggara misi, konvoi tersebut terdiri dari lebih dari 50 kapal dengan sekitar 420–500 aktivis dari sekitar 39 negara yang bertujuan mengirimkan bantuan kemanusiaan dan menantang blokade laut terhadap Gaza.
Penyelenggara menyatakan bahwa mereka “saat ini dikepung dan dalam intersepsi aktif oleh kapal perang Israel di perairan internasional” dan menilai tindakan itu sebagai “agresi ilegal di laut lepas” yang melanggar Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS).
Sumber lokal menyebutkan rekaman yang beredar memperlihatkan pasukan Israel mengelilingi dan merebut sejumlah kapal yang dilaporkan berada lepas pantai Siprus. Beberapa aktivis dilaporkan ditahan dan dipindahkan ke apa yang disebutkan sebagai “penjara mengapung” yang dikabarkan menuju pelabuhan Ashdod di Israel.
Menurut data dari pihak Israel, operasi itu dilakukan untuk mencegah apa yang mereka sebut sebagai provokasi dan memasukkan unsur yang dianggap berafiliasi dengan organisasi terlarang. Pemerintah Israel menyatakan tidak ada bantuan kemanusiaan yang cukup berarti dalam muatan kapal dan menegaskan langkah itu diperlukan demi keamanan nasional.
Reaksi internasional beragam: penyelenggara dan beberapa pemerintah mengutuk penyergapan tersebut sebagai tindakan “perompakan” di laut lepas dan pelanggaran hukum internasional, sementara Israel mempertahankan operasi sebagai tindakan pencegahan terhadap ancaman potensial. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim tentang muatan kapal, motif dan sejumlah detail operasional lainnya.
Hingga laporan ini ditulis, belum ada laporan resmi yang dapat dikonfirmasi mengenai korban jiwa terkait penyergapan tersebut. Tim redaksi masih memverifikasi pengakuan saksi mata, jumlah kapal yang disita, dan kondisi aktivis yang ditahan. Belum dapat diverifikasi secara independen seluruh klaim pihak-pihak yang terlibat.
Photo by: Hosny salah, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship