Sekjen PBB Serukan Gencatan Senjata Ditegakkan Saat Israel Tutup Perlintasan Gaza
Berdasarkan laporan PBB dan media internasional, Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan agar semua pihak menahan diri dan menegakkan gencatan senjata di Lebanon, Iran, dan Gaza. Dalam pernyataan melalui juru bicaranya, Guterres menyerukan “semua pihak” untuk “sepenuhnya mematuhi gencatan senjata di Lebanon, Iran dan Gaza, dan menghindari langkah yang dapat merusak upaya diplomatik yang sedang berlangsung”.
Guterres juga mengutuk keputusan Israel menutup perlintasan ke Gaza dan mendesak “pembukaan segera semua perlintasan”, serta menyerukan penghormatan terhadap “hak dan kebebasan pelayaran” menyusul blokade di Selat Hormuz.
Menurut data, penutupan perlintasan itu dilaporkan menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Hingga laporan ini ditulis, perlintasan tetap ditutup. Belum dapat diverifikasi secara independen sejauh dampak penuh terhadap pasokan bantuan.
Menurut data dari laporan media, serangan udara Israel dilaporkan menyebabkan tujuh warga Palestina gugur, termasuk seorang anak laki-laki berusia delapan tahun. Belum dapat diverifikasi secara independen. Sumber lokal menyebutkan Angkatan Pertahanan Israel (IDF) sedang memindahkan apa yang disebut “garis kuning” di dalam wilayah; tim redaksi masih memverifikasi klaim tersebut.
Menurut data lain, menyusul serangan rudal Iran, Home Front Command Israel memerintahkan penutupan sekolah secara nasional dan meminta rumah sakit menyiapkan operasi di ruang bawah tanah untuk keselamatan pasien. Sumber lokal menyebutkan kehidupan sipil di beberapa kota mengalami pembatasan pergerakan yang ketat.
Guterres menegaskan perlunya meredakan ketegangan agar krisis kemanusiaan tidak kian memburuk dan menyerukan upaya diplomatik intensif untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Tim redaksi masih memverifikasi beberapa detail yang dilaporkan oleh pihak-pihak di lapangan.
Photo by: Markus Winkler, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel