Puluhan Pendudukan Israel Menyerbu Kompleks Al-Aqsa Menjelang Pawai Hari Yerusalem
Berdasarkan laporan dari Wafa dan sumber lokal, puluhan pendudukan Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada Kamis pagi di bawah perlindungan pasukan Israel. Sumber lokal menyebutkan para pendudukan memasuki kompleks dan melakukan ritual Talmudik secara terbuka di halaman-halaman masjid.
Menurut data dari Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina, pendudukan Israel melakukan serangan/penyerbuan ke Al-Aqsa sebanyak 30 kali pada bulan April. Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga bagi umat Islam, sementara kaum Yahudi menyebut kawasan itu sebagai Temple Mount dan mengklaim lokasi dua bait suci pada masa kuno.
Sejak 2003, polisi Israel diketahui mengizinkan pendudukan memasuki kompleks Al-Aqsa setiap hari, kecuali pada hari Jumat dan Sabtu. Aksi hari ini terjadi menjelang pawai “Flag March” untuk memperingati Hari Yerusalem, yang kerap memicu ketegangan dan konfrontasi di kawasan tersebut.
Hingga laporan ini ditulis, belum dapat diverifikasi secara independen jumlah pasti pelaku, rincian lengkap insiden, maupun pernyataan resmi dari otoritas Israel mengenai kejadian tersebut. Sumber lokal menyebutkan adanya pengawalan ketat oleh polisi selama masuknya para pemukim.
Tim redaksi masih memverifikasi informasi lebih lanjut terkait dampak terhadap jamaah dan keamanan di kompleks serta kemungkinan perkembangan lanjutan. Belum ada laporan korban jiwa yang dapat dikonfirmasi hingga berita ini dirilis.
Foto dan keterangan yang disebarkan oleh beberapa agen berita, termasuk Anadolu Agency, menunjukkan puluhan pemukim berkumpul dekat pintu masuk Tembok Barat sebelum memasuki kompleks Al-Aqsa di bawah perlindungan polisi. Laporan mengenai motif dan aktivitas ritual yang dilakukan oleh para pemukim terus dipantau oleh pihak berwenang dan media lokal.
Photo by: Alexander F Ungerer, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship