Lebanon dan Israel Jadwalkan Perundingan di Washington di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Berdasarkan laporan yang dihimpun, pejabat Lebanon dan Israel dijadwalkan untuk melanjutkan pembicaraan diplomatik yang dimediasi oleh Amerika Serikat di Washington pada Kamis dan Jumat mendatang. Pertemuan ini bertujuan untuk mencari solusi atas konflik yang terus berlangsung, terutama menjelang berakhirnya masa gencatan senjata pada 17 Mei. Menurut data yang tersedia, meskipun putaran pembicaraan telah dilakukan sebelumnya pada bulan April, intensitas serangan di Lebanon selatan masih terus terjadi dan telah menyebabkan lebih dari 1,6 juta orang mengungsi.
Sumber lokal menyebutkan bahwa pertemuan di Gedung Putih tersebut akan mempertemukan Duta Besar Israel Yechiel Leiter dan Duta Besar Lebanon Nada Hamadeh Moawad. Di saat yang sama, Presiden Donald Trump mengisyaratkan optimisme terkait terobosan diplomatik dengan Iran untuk menghindari konflik yang lebih luas di Teluk Persia. Namun, langkah militer Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Lebanon disebut dapat menjadi hambatan bagi upaya diplomasi AS tersebut.
Hingga laporan ini ditulis, situasi di kawasan masih dinamis dengan adanya laporan mengenai pembatalan operasi militer AS di Selat Hormuz setelah adanya tekanan dari pihak Arab Saudi terkait akses pangkalan dan ruang udara. Selain itu, terdapat laporan mengenai penyitaan 21 truk yang diselundupkan ke Gaza yang diduga melibatkan bantuan oknum pejabat militer dan sipil. Belum dapat diverifikasi secara independen mengenai detail keterlibatan oknum tersebut, dan tim redaksi masih memverifikasi kebenaran laporan terkait penyelundupan logistik ini.
Photo by: Antoun Boustani, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship