Pertukaran Tembakan di Selat Hormuz Mengancam Gencatan Senjata
Berdasarkan laporan dari Al Jazeera, The Guardian, dan BBC, pada 6 Mei 2026 terjadi pertukaran tembakan antara pasukan AS dan Iran di Selat Hormuz. Menurut data yang beredar, militer AS melakukan serangan yang diklaim sebagai “self-defense strikes” terhadap rudal, drone, dan perahu kecil milik Iran, sementara Teheran menuduh AS melakukan serangan terhadap pulau-pulau pesisir dan kapal tanker minyak. Sumber lokal menyebutkan ledakan terdengar di Teheran dan ada laporan keterlibatan serangan rudal yang juga dilaporkan menimpa wilayah Uni Emirat Arab. Hingga laporan ini ditulis, gencatan senjata yang telah berlangsung sebulan dilaporkan masih rapuh, dan belum dapat diverifikasi secara independen apakah terdapat korban jiwa atau kerusakan secara menyeluruh. Presiden Trump menyatakan gencatan tetap berlaku namun memperingatkan Teheran untuk segera menandatangani nota kesepahaman 14 poin atau menghadapi “kesakitan” yang lebih besar, termasuk ancaman eskalasi militer. Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut seperti jumlah korban, lokasi tepat serangan, dan klaim kedua belah pihak, serta apakah negosiasi yang disebut-sebut hampir mencapai kesepakatan benar-benar pada tahap akhir.
Photo by: Farshid Zabbahi, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship