Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Penyelidikan Mengungkap: India Kirim 2.596 Kiriman Senjata ke Israel Selama Perang Gaza

Admin July 30, 2026 at 21:02
Penyelidikan Mengungkap: India Kirim 2.596 Kiriman Senjata ke Israel Selama Perang Gaza

Berdasarkan laporan Amnesty International berjudul Made in India: Supplying Israel with Weapons and Ammunition, sebuah penyelidikan mengungkap bahwa perusahaan-perusahaan India mengirimkan 2.596 kiriman senjata dan amunisi ke angkatan bersenjata Israel selama perang Gaza antara 7 Oktober 2023 dan 30 November 2025.

Menurut data dalam laporan tersebut, pengiriman dilakukan oleh sejumlah perusahaan India, termasuk tiga entitas milik negara. Laporan menilai ekspor senjata ini berisiko membuat India ikut bertanggung jawab atas pelanggaran hukum humaniter internasional dan bahkan menyebut kemungkinan keterlibatan dalam tindakan yang dapat dikualifikasikan sebagai genosida. Amnesty menyerukan embargo senjata segera dan penyelidikan internasional.

Sumber lokal menyebutkan bahwa rincian katalog pengiriman dan jenis material yang dikirim tercantum dalam dokumen yang dilampirkan pada laporan, namun tidak semua detail publikasi dapat langsung dikonfirmasi.

Hingga laporan ini ditulis, klaim-klaim utama dalam penyelidikan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh redaksi kami. Tim redaksi masih memverifikasi dokumen dan sedang berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak berwenang India serta pernyataan dari pihak terkait lainnya.

Belum dapat diverifikasi secara independen pula dampak langsung setiap kiriman terhadap operasi militer di Gaza menurut sumber terbuka. Amnesty International menekankan bahwa kelanjutan ekspor semacam ini berimplikasi serius terhadap keselamatan warga sipil dan kewajiban hukum negara pengekspor.

Tim redaksi masih memverifikasi semua data dan akan mengupdate artikel ini jika ada konfirmasi resmi atau bukti tambahan yang dapat dipublikasikan.

Photo by: Yogendra Singh, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.