PBB Kecam Keras Serangan Mematikan di Islamic Center San Diego
Berdasarkan laporan media internasional, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk keras serangan yang menewaskan jamaah di Islamic Center of San Diego, Amerika Serikat. Guterres menegaskan kembali bahwa serangan terhadap tempat ibadah sangat keji dan menyerukan perlindungan yang lebih kuat bagi komunitas beragama.
Menurut data dari Newsweek, Al Jazeera, dan Associated Press, pada 18 Mei 2026 dua pelaku remaja menyerang Islamic Center of San Diego. Tiga orang dewasa gugur dalam insiden itu. Dua pelaku, yang dilaporkan berusia remaja, meninggal akibat luka tembak yang diduga akibat bunuh diri setelah aksi tersebut.
Sumber lokal menyebutkan bahwa salah satu korban adalah petugas keamanan Amin Abdullah, yang dipuji karena berusaha menahan pelaku sehingga mencegah korban lebih banyak. Belum dapat diverifikasi secara independen.
Otoritas setempat menyatakan pihaknya sedang menyelidiki insiden tersebut sebagai dugaan kejahatan kebencian, dengan catatan ada riwayat ujaran kebencian umum dari para tersangka menurut penyelidikan awal. Hingga laporan ini ditulis, penyelidikan masih berlangsung dan aparat telah meningkatkan pengamanan di tempat-tempat ibadah di wilayah tersebut.
Tim redaksi masih memverifikasi rincian tambahan dan akan memperbarui informasi ketika keterangan resmi tersedia.
Photo by: Muhammad Abdullah, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship