Warga Palestina Persiapkan Idul Adha di Gaza di Tengah Gempuran Israel
Berdasarkan laporan, warga Palestina di Jalur Gaza tetap mempersiapkan perayaan Idul Adha meski wilayah itu terus menjadi sasaran penembakan artileri dan serangan udara Israel.
Sumber lokal menyebutkan bahwa lebih dari selusin orang gugur dalam 24 jam terakhir akibat serangan yang menyebar di seluruh kantong terkepung tersebut. Menurut data dari medis setempat, serangan itu juga menyebabkan puluhan orang terluka.
Hingga laporan ini ditulis, dilaporkan empat orang gugur akibat satu serangan yang menimpa sebuah bangunan hunian di lingkungan al-Rimal, barat Kota Gaza. Sumber lokal menyebutkan pula adanya serangan bom yang ditembakkan di wilayah timur kamp pengungsi Jabalia pada fajar Rabu, serta penembakan artileri di Khan Younis di selatan Gaza.
Pejabat Israel menyatakan serangan terakhir menargetkan Mohammed Odeh, yang disebut sebagai komandan baru sayap militer Hamas untuk menggantikan Izz al-Din al-Haddad. Menurut pernyataan dari pihak Israel, upaya pembunuhan tersebut berhasil dan Odeh dinyatakan gugur; pernyataan ini belum dapat diverifikasi secara independen dan Hamas belum mengeluarkan konfirmasi.
Menurut data dari sumber berita internasional yang melaporkan peristiwa tersebut, operasi ini terjadi bertepatan dengan persiapan warga menyambut hari raya, ketika banyak keluarga berburu kebutuhan dan hewan kurban di pasar-pasar dan kamp-kamp pengungsian.
Foto-foto yang beredar menunjukkan warga yang berbelanja di Khan Younis, serta pengungsi yang merawat ternak mereka di tenda-tenda penampungan menjelang Idul Adha, sementara puing-puing bangunan bekas serangan memenuhi beberapa jalan.
Belum dapat diverifikasi secara independen jumlah pasti korban dan rincian target operasi militer. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim yang disampaikan oleh pihak Israel maupun informasi dari sumber lokal.
Tim redaksi juga mencatat bahwa kondisi kemanusiaan di Gaza tetap kritis menjelang hari raya, dengan akses terbatas terhadap layanan medis dan kebutuhan dasar akibat pembatasan pergerakan dan kerusakan infrastruktur.
Photo by: Musa Alzanoun | موسى الزعنون, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship