Netanyahu Puji Angkatan Laut Usai Merazia Flotila Menuju Gaza
Berdasarkan laporan dari beberapa media internasional, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji personel angkatan laut setelah operasi yang menargetkan flotila Global Sumud yang disebut-sebut hendak menuju Gaza.
Menurut data yang dihimpun dari Middle East Eye, AP, BBC, dan sumber lain, flotila yang dipimpin aktivis internasional itu terdiri dari lebih dari 50 kapal dan sekitar 460-500 aktivis dari puluhan negara. Operasi penyergapan dilaporkan berlangsung di perairan internasional dekat Siprus, dengan pasukan Israel mendarat di sejumlah kapal siang hari.
Sumber lokal menyebutkan penyelenggara flotila menyatakan misi tersebut bersifat kemanusiaan, sedangkan pernyataan resmi Israel menuduh bahwa kapal-kapal itu tidak membawa bantuan nyata dan terkait dengan kelompok yang terlibat dalam insiden Mavi Marmara pada 2010. Netanyahu memuji pasukan angkatan laut dan pasukan komando karena “menghalau provokasi” yang menurutnya bertujuan membuka isolasi terhadap kelompok bersenjata di Gaza.
Hingga laporan ini ditulis, tidak ada laporan korban jiwa dalam operasi tersebut; klaim mengenai korban belum dapat diverifikasi secara independen.
Insiden ini memicu kecaman dari beberapa negara, termasuk Turki dan Spanyol, yang menyebut tindakan Israel sebagai pelanggaran hukum internasional atau tindakan perompakan. Peristiwa ini juga memicu perdebatan mengenai legalitas penegakan blokade dan intervensi di perairan internasional.
Tim redaksi masih memverifikasi rincian operasi, termasuk jumlah pasti kapal yang diboarding, daftar awak dan aktivis, serta bukti yang mendukung klaim kedua belah pihak. Tim redaksi akan memperbarui laporan jika ada informasi baru yang dapat diverifikasi.
Photo by: cottonbro studio, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship