Netanyahu Janji Tingkatkan Serangan ke Lebanon Menanggapi Serangan Drone Hezbollah
Berdasarkan laporan dari beberapa media regional, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji meningkatkan serangan terhadap sasaran di Lebanon menyusul gelombang serangan drone yang dilancarkan oleh kelompok Hezbollah ke wilayah utara Israel.
Menurut data yang dikompilasi dari laporan Ynet dan Haaretz, serangan drone yang memanfaatkan muatan peledak menewaskan seorang prajurit Israel, Sersan Nehoray Leizer, 19, dan melukai seorang prajurit lainnya. Korban Sersan Nehoray Leizer tewas dalam serangan tersebut. Sumber lokal menyebutkan bahwa serangan-serangan jenis ini memakai drone berbasis kabel yang sulit dideteksi oleh sistem penanggulangan elektronik konvensional.
Sumber lokal menyebutkan pula bahwa pertemuan kabinet keamanan selama lima jam memunculkan perselisihan antara Netanyahu dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mengenai strategi balasan. Smotrich dilaporkan mendorong pendekatan pembalasan keras, termasuk gagasan menghancurkan sejumlah besar bangunan di Lebanon sebagai bentuk “deterrence”, sementara Netanyahu menekan agar Angkatan Pertahanan Israel (IDF) segera mengerahkan solusi defensif dan perlindungan untuk tentara serta warga sipil.
Menurut data dari laporan militer, Kepala Staf IDF, Letjen Eyal Zamir, mendukung perlunya persamaan baru yang lebih agresif, termasuk serangan terhadap kota-kota besar di Lebanon untuk membangun efek pencegah yang lebih kuat. Hingga laporan ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi mengenai perubahan besar dalam aturan pertempuran atau otorisasi operasi lintas perbatasan.
Di sisi lain, laporan DW menyebutkan adanya indikasi bahwa Iran dapat mulai memulihkan akses internet internasionalnya, dan wacana perjanjian antara Amerika Serikat dan Iran yang sedang dibahas menimbulkan kekhawatiran di lingkaran keamanan Israel. Beberapa pengamat berpendapat bahwa kemungkinan memorandum jangka pendek antara Washington dan Teheran dapat membatasi kebebasan tindakan militer Israel terhadap proxy Iran seperti Hezbollah.
Belum dapat diverifikasi secara independen klaim tentang rincian persetujuan AS-Iran maupun angka pasti pembalasan yang diusulkan oleh beberapa pejabat Israel. Tim redaksi masih memverifikasi semua pernyataan yang berasal dari sumber-sumber politis dan militer yang belum dipublikasikan secara resmi.
Redaksi akan terus memantau perkembangan dan melaporkan pembaruan setelah verifikasi lebih lanjut tersedia.
Photo by: Abdulrahman Alyaarobi, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship