Di Gaza, Sukacita Idul Adha Menjadi Bentuk Perlawanan Mantan Presiden Yaman Abdrabbuh Mansur Hadi Gugur di Riyadh Israel Rencana Perluas Kontrol atas Gaza dalam Beberapa Bulan Mendatang Self-engineered decay: Mengapa runtuhnya politik Israel tak terpisahkan dari kejahatan perang Krisis Timur Tengah: Trump Peringatkan Akan ‘Menyelesaikan Pekerjaan’ Saat AS dan Iran Bertukar Serangan Shoigu: Penempatan Infrastruktur Militer AS dan NATO di Afghanistan Tidak Dapat Diterima Diplomat Tinggi UE: Tidak Menguntungkan Jika Perang terhadap Iran Berlanjut Beberapa Kasus Kekerasan Pemukim pada Hari Pertama Idul Adha, Ibu dan Anak Dipukul Australia Politics Live: Pemerintah Gugat Besar atas Kontaminasi PFAS; Wanita Melbourne Didakwa Terkait Dugaan Keterkaitan dengan IS AS Lakukan Serangan ‘Defensif’, Tembak Jatuh 4 Drone dan Sasar Pusat Komando di Bandar Abbas Di Gaza, Sukacita Idul Adha Menjadi Bentuk Perlawanan Mantan Presiden Yaman Abdrabbuh Mansur Hadi Gugur di Riyadh Israel Rencana Perluas Kontrol atas Gaza dalam Beberapa Bulan Mendatang Self-engineered decay: Mengapa runtuhnya politik Israel tak terpisahkan dari kejahatan perang Krisis Timur Tengah: Trump Peringatkan Akan ‘Menyelesaikan Pekerjaan’ Saat AS dan Iran Bertukar Serangan Shoigu: Penempatan Infrastruktur Militer AS dan NATO di Afghanistan Tidak Dapat Diterima Diplomat Tinggi UE: Tidak Menguntungkan Jika Perang terhadap Iran Berlanjut Beberapa Kasus Kekerasan Pemukim pada Hari Pertama Idul Adha, Ibu dan Anak Dipukul Australia Politics Live: Pemerintah Gugat Besar atas Kontaminasi PFAS; Wanita Melbourne Didakwa Terkait Dugaan Keterkaitan dengan IS AS Lakukan Serangan ‘Defensif’, Tembak Jatuh 4 Drone dan Sasar Pusat Komando di Bandar Abbas

Malaysia Siap Bawa Israel ke ICJ atas Perlakuan terhadap Aktivis Flotilla Gaza

Admin May 25, 2026 at 16:04
Malaysia Siap Bawa Israel ke ICJ atas Perlakuan terhadap Aktivis Flotilla Gaza

Berdasarkan laporan, pemerintah Malaysia menyatakan siap membawa Israel ke Mahkamah Internasional (ICJ) terkait dugaan perlakuan buruk terhadap aktivis flotilla Gaza yang dicegat di perairan internasional. Seorang pejabat Malaysia mengatakan Kuala Lumpur akan memulai proses hukum setelah tim pengacara menyelesaikan pengumpulan informasi dan bukti pendukung.

Menurut data dari berbagai laporan internasional, aktivis dari “Global Sumud Flotilla” mengaku mengalami kekerasan fisik, termasuk pemukulan, penyetruman dengan taser, serangan anjing, dan penahanan dalam kondisi buruk di pelabuhan Ashdod. Beberapa jurnalis dan aktivis dari Italia, Yunani, Inggris, dan negara lain melaporkan perlakuan yang mereka sebut sebagai penyiksaan dan pelecehan. Belum dapat diverifikasi secara independen semua tuduhan tersebut.

Sumber lokal menyebutkan bahwa sekitar 420 aktivis telah dideportasi ke Turki dan beberapa negara Eropa setelah insiden. Di antara yang kembali dilaporkan ada tujuh aktivis asal Inggris yang tiba di London dan menuduh mengalami kekerasan sistematis selama penahanan dua hari di kapal dan penjara Israel. Tim redaksi masih memverifikasi rincian individual klaim tersebut.

Pihak berwenang Israel membantah tuduhan itu dan menyatakan perlakuan terhadap tahanan dilakukan secara sah dan manusiawi. Insiden ini juga memicu kontroversi politik di Israel, termasuk kecaman internasional atas video yang menampilkan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir yang mengejek tahanan, serta pernyataan Presiden Isaac Herzog yang memperingatkan proses “brutalisasi” dalam masyarakat.

Menurut data diplomatik, Israel sempat memanggil duta besar atau chargé d’affaires beberapa negara, termasuk Spanyol, terkait perlakuan terhadap aktivis yang dideportasi. Klaim tentang “kekerasan serius” oleh polisi Spanyol terhadap beberapa aktivis juga dilaporkan oleh media; klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan tim redaksi masih memverifikasi kebenarannya.

Hingga laporan ini ditulis, pemerintah Malaysia belum mengajukan gugatan resmi ke ICJ tetapi menegaskan kesiapan membawa kasus ke pengadilan internasional jika bukti yang dikumpulkan oleh pengacara dianggap memadai. Proses pengumpulan bukti dan verifikasi saksi diperkirakan akan menjadi tahap awal sebelum langkah hukum formal diambil.

Pernyataan resmi Malaysia dan dokumen hukum terkait rencana ini belum dipublikasikan secara lengkap; Tim redaksi masih memverifikasi perkembangan dan akan mengikuti setiap pengumuman resmi dari Kuala Lumpur dan lembaga internasional terkait.

Photo by: Monirul Islam, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.