Krisis Timur Tengah: Lebanon Dihantam Salah Satu Hari Terberat Pemboman Israel dalam Minggu-minggu
Berdasarkan laporan, Israel melancarkan lebih dari 120 serangan udara ke Lebanon pada Selasa, dalam salah satu hari pemboman terberat dalam beberapa minggu, menurut sumber keamanan Lebanon.
Menurut data yang diterima media, serangan itu menargetkan berbagai infrastruktur dan wilayah perbatasan selatan serta wilayah lembah Bekaa. Sumber lokal menyebutkan ada puluhan korban jiwa dan kerusakan luas pada permukiman sipil, namun angka pasti masih simpang siur.
Hingga laporan ini ditulis, belum ada konfirmasi independen mengenai jumlah pasti korban atau daftar target yang terkena. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim yang muncul dari kedua belah pihak.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan militer memperdalam operasi di Lebanon dan meningkatkan kehadiran pasukan darat untuk menguasai “wilayah strategis” serta menindak penggunaan drone canggih oleh Hezbollah, menurut pernyataan resminya.
Sementara itu, serangan AS terhadap target di Iran — yang menurut Teheran menargetkan peluncur rudal dan upaya penanaman ranjau baru di Selat Hormuz — memicu kecaman dari Iran, yang menyebut tindakan itu sebagai “pelanggaran definitif terhadap gencatan senjata”. Meski demikian, dilaporkan proses pembicaraan damai antara Iran dan AS tetap berlangsung di bawah mediasi Pakistan dan Qatar.
Di Gaza, Angkatan Pertahanan Israel (IDF) mengklaim telah menggugurkan komandan militer Hamas, Mohammed Odeh, dalam serangan udara; pernyataan itu dipuji oleh pejabat pertahanan Israel.
Menurut data gabungan media internasional, serangkaian serangan selama beberapa pekan terakhir telah menewaskan puluhan orang di Lebanon; beberapa laporan menyebut korban di Mashghara mencapai 12 orang, dan sejak konflik meningkat pada Maret 2026 jumlah keseluruhan korban dilaporkan telah melampaui 3.100 tewas di Lebanon. Angka-angka ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Sumber lokal menyebutkan bahwa ratusan warga mengungsi dari daerah perbatasan yang paling parah terdampak, sementara fasilitas medis dan layanan darurat beroperasi di bawah tekanan berat. Harga minyak dunia juga merespons, dengan kenaikan di atas $100 per barel setelah serangan baru-baru ini.
Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut termasuk identitas penuh korban dan klasifikasi antara kombatan dan sipil. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah seluruh target yang diklaim militer Israel merupakan instalasi militer atau juga fasilitas sipil.
Laporan ini akan diperbarui seiring munculnya konfirmasi tambahan dari sumber lapangan dan badan internasional terkait.
Photo by: Waseem Istanbuli, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship