Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Sektor Pendidikan Palestina Lumpuh Akibat Konflik, Krisis Kebebasan Akademik Meluas ke Kancah Internasional

Admin May 7, 2026 at 22:03
Sektor Pendidikan Palestina Lumpuh Akibat Konflik, Krisis Kebebasan Akademik Meluas ke Kancah Internasional

Berdasarkan laporan dari Kementerian Pendidikan Palestina, pemerintah Israel dituduh menjalankan kebijakan sistematis untuk melumpuhkan hak pendidikan bagi warga Palestina melalui penargetan sektor edukasi secara sengaja. Menurut data yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan Amjad Barham dalam sebuah konferensi ilmiah di Yordania, aksi militer telah mengakibatkan kehancuran pada sekitar 85% bangunan universitas dan 293 dari 307 sekolah di Jalur Gaza. Sumber lokal menyebutkan bahwa pelanggaran serupa juga terus berlanjut terhadap institusi pendidikan di wilayah Tepi Barat dan Yerusalem.

Hingga laporan ini ditulis, tekanan terhadap kebebasan akademik dilaporkan tidak hanya terjadi di wilayah konflik, tetapi juga merambah ke institusi pendidikan tinggi di Israel dan Amerika Serikat. Di Israel, muncul kecaman terhadap kebijakan pemerintah yang mengancam akan memotong anggaran universitas jika pimpinan kampus tidak menekan kritik mahasiswa terkait situasi perang. Sementara itu, di Amerika Serikat, universitas seperti Rutgers dan Emory menghadapi gelombang protes dan gugatan hukum setelah dianggap membungkam suara mahasiswa dan staf yang bersimpati pada isu kemanusiaan di Gaza.

Di wilayah Tepi Barat, militer dilaporkan menghentikan aktivitas pertanian warga di desa Turmusaya menyusul gangguan dari kelompok pemukim ekstremis. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah penghentian tersebut murni langkah keamanan sementara atau merupakan bagian dari upaya sistematis untuk menekan ekonomi warga lokal. Tim redaksi masih memverifikasi laporan lebih lanjut mengenai dugaan koordinasi antara kelompok pemukim dan pihak keamanan dalam eskalasi kekerasan yang dikabarkan mencapai titik tertinggi dalam dua dekade terakhir.

Photo by: Monirul Islam, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.