Krisis Timur Tengah: Trump Peringatkan Akan ‘Menyelesaikan Pekerjaan’ Saat AS dan Iran Bertukar Serangan Shoigu: Penempatan Infrastruktur Militer AS dan NATO di Afghanistan Tidak Dapat Diterima Diplomat Tinggi UE: Tidak Menguntungkan Jika Perang terhadap Iran Berlanjut Beberapa Kasus Kekerasan Pemukim pada Hari Pertama Idul Adha, Ibu dan Anak Dipukul Australia Politics Live: Pemerintah Gugat Besar atas Kontaminasi PFAS; Wanita Melbourne Didakwa Terkait Dugaan Keterkaitan dengan IS AS Lakukan Serangan ‘Defensif’, Tembak Jatuh 4 Drone dan Sasar Pusat Komando di Bandar Abbas Direktur Air Deir ez-Zor Ungkap Perkembangan Terbaru Banjir Sungai Efrat dan Rencana Antisipasi AS Memasukkan Kembali Pakar PBB Francesca Albanese ke Daftar Sanksi Tiga Ledakan Didengar Dekat Bandar Abbas, Pertahanan Udara Iran Diaktifkan Korea Selatan Panggil Duta Besar Iran Menyusul Serangan terhadap Kapal Krisis Timur Tengah: Trump Peringatkan Akan ‘Menyelesaikan Pekerjaan’ Saat AS dan Iran Bertukar Serangan Shoigu: Penempatan Infrastruktur Militer AS dan NATO di Afghanistan Tidak Dapat Diterima Diplomat Tinggi UE: Tidak Menguntungkan Jika Perang terhadap Iran Berlanjut Beberapa Kasus Kekerasan Pemukim pada Hari Pertama Idul Adha, Ibu dan Anak Dipukul Australia Politics Live: Pemerintah Gugat Besar atas Kontaminasi PFAS; Wanita Melbourne Didakwa Terkait Dugaan Keterkaitan dengan IS AS Lakukan Serangan ‘Defensif’, Tembak Jatuh 4 Drone dan Sasar Pusat Komando di Bandar Abbas Direktur Air Deir ez-Zor Ungkap Perkembangan Terbaru Banjir Sungai Efrat dan Rencana Antisipasi AS Memasukkan Kembali Pakar PBB Francesca Albanese ke Daftar Sanksi Tiga Ledakan Didengar Dekat Bandar Abbas, Pertahanan Udara Iran Diaktifkan Korea Selatan Panggil Duta Besar Iran Menyusul Serangan terhadap Kapal

Konflik Etnis di Ituri, DRC: Sedikitnya 70 Orang Tewas dalam Serangan Militan CODECO

Admin May 10, 2026 at 10:04
Konflik Etnis di Ituri, DRC: Sedikitnya 70 Orang Tewas dalam Serangan Militan CODECO

Berdasarkan laporan Al Jazeera (via Agence France-Presse), sedikitnya 70 orang, sebagian besar warga sipil, tewas dalam serangan yang dilakukan kelompok militan CODECO di provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, pada akhir April. Menurut data yang dikumpulkan dari aparat keamanan dan sumber lokal, serangan itu terjadi di wilayah kaya emas yang sudah lama menjadi pusat ketegangan etnis antara komunitas Lendu dan Hema.

Sumber lokal menyebutkan bahwa proses evakuasi dan pengambilan jenazah sempat tertunda karena kondisi keamanan yang tidak stabil, sehingga beberapa mayat baru ditemukan setelah waktu tertentu. UN mission MONUSCO mengecam lonjakan kekerasan baru-baru ini di provinsi timur negara itu, yang menurut misi tersebut termasuk serangkaian serangan oleh berbagai kelompok bersenjata.

Hingga laporan ini ditulis, angka korban dan rincian insiden belum dapat diverifikasi secara independen. Belum ada pernyataan resmi terperinci dari otoritas setempat mengenai motif tepat serangan atau jumlah pelaku yang terlibat. Sumber lokal menyebutkan bahwa ketegangan etnis dan perebutan sumber daya, termasuk tambang emas, menjadi pemicu kekerasan berulang di daerah tersebut.

Berdasarkan keterangan awal, korban didominasi warga sipil yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian akibat pembakaran rumah serta pemindahan paksa. Tim redaksi masih memverifikasi laporan lebih lanjut dan upaya konfirmasi dari pihak berwenang terus dilakukan.

Photo by: Musaddek Sayek, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.