Ketegangan Meningkat: Blokade AS terhadap Ekspor Minyak Iran, Serangkaian Serangan di Lebanon dan Palestina
Berdasarkan laporan dari beberapa media internasional, ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah blokade angkatan laut AS yang menargetkan ekspor minyak Iran menghambat pelayaran komersial melalui Selat Hormuz. Menurut data yang dikompilasi, lebih dari 70 tanker dilaporkan diblokir oleh operasi AS, sementara dugaan serangan terhadap beberapa kapal menimbulkan korban dan tumpahan minyak besar di sekitar Pulau Kharg, Iran. Sumber lokal menyebutkan ada korban jiwa dalam insiden di perairan tersebut, serta tumpahan minyak yang meluas.
Di kawasan Levant, serangan lintas perbatasan berlanjut. Serangan udara Israel dilaporkan menewaskan 32 orang di Lebanon dan melukai sejumlah lainnya; insiden ini juga diikuti oleh serangan drone yang dikaitkan dengan Hezbollah yang melukai tiga tentara Israel. Menurut data, perundingan yang dimediasi AS antara Israel dan Lebanon dijadwalkan berlangsung pada 14–15 Mei, namun perdamaian akhir dinilai sangat bergantung pada proses pelucutan senjata Hezbollah.
Di Tepi Barat, dilaporkan pula aksi kekerasan oleh pemukim yang melukai seorang ayah dan anak, serta operasi penangkapan polisi Israel yang menahan beberapa tersangka perencanaan serangan, termasuk seorang petugas kepolisian Otoritas Palestina dan seorang yang diduga terkait ISIS.
Hingga laporan ini ditulis, upaya diplomatik sedang berlangsung, termasuk pertemuan pejabat tinggi AS dengan pihak Qatar untuk meredam eskalasi. Belum dapat diverifikasi secara independen semua klaim terkait jumlah korban dan rincian beberapa serangan. Tim redaksi masih memverifikasi informasi tambahan dan kronologi lengkap insiden- insiden yang dilaporkan.
Photo by: Lara Jameson, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship