Kepala PBB ‘Kecewa’ Setelah Konferensi Traktat Nuklir Gagal Capai Kesepakatan
Berdasarkan laporan, konferensi peninjauan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) yang berlangsung selama empat minggu di Perserikatan Bangsa-Bangsa berakhir tanpa tercapainya konsensus. Kepala PBB Antonio Guterres menyatakan kecewa atas hasil pertemuan tersebut.
Menurut data dari pertemuan, kebuntuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi penyebab utama kegagalan, khususnya terkait draf ketentuan yang secara eksplisit melarang Iran memperoleh senjata nuklir. Iran menolak ketentuan yang dianggapnya ‘menyudutkan’ dan menuding serangkaian serangan udara oleh AS dan Israel terhadap fasilitasnya sebagai pelanggaran yang memperumit pembicaraan.
Hingga laporan ini ditulis, delegasi tidak mampu menemukan kompromi yang dapat mengamankan persetujuan bersama, menandai kegagalan ketiga berturut-turut dalam upaya merevisi traktat tersebut. Guterres, menurut pernyataannya, menyambut keterlibatan yang tulus dan bermakna dari negara-negara pihak, namun menyesalkan bahwa Konferensi Peninjauan ‘tidak mencapai harapan yang diinginkan’.
Sumber lokal menyebutkan upaya mediasi oleh sejumlah negara, termasuk Pakistan dan Qatar, untuk meredakan ketegangan antara Washington dan Tehran. Di sisi lain, laporan juga menyebutkan keberlanjutan serangan terhadap sasaran-sasaran yang terkait dengan Hezbollah, serta laporan organisasi hak asasi manusia tentang meningkatnya tekanan terhadap kelompok minoritas agama di Iran. Belum dapat diverifikasi secara independen rincian terkait korban jiwa atau kerusakan yang diklaim dalam beberapa laporan tersebut.
Menurut data dari para pengamat, kegagalan konferensi ini dianggap sebagai sinyal melemahnya mekanisme diplomasi nuklir global akibat polarisasi di antara kekuatan-kekuatan besar. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan resmi tambahan dari beberapa delegasi dan rincian yang berkaitan dengan tuntutan draf ketentuan.
Dampak jangka pendek dari kegagalan ini, menurut analis, adalah meningkatnya ketidakpastian dalam kerangka non-proliferasi dan kebutuhan mendesak akan diplomasi lanjutan. Hingga laporan ini ditulis, pihak-pihak terkait mengisyaratkan niat untuk melanjutkan pembicaraan di tingkat bilateral dan regional, namun langkah konkret belum disepakati dan belum dapat diverifikasi secara independen.
Photo by: Sayed Masoumi, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship