Iran Pulihkan Akses Internet Setelah Hampir 90 Hari Pemadaman
Berdasarkan laporan dari beberapa media internasional, pemerintah Iran mengumumkan pada Selasa bahwa akses internet internasional mulai dipulihkan setelah pemadaman hampir 90 hari yang terjadi menyusul eskalasi perang antara AS dan Israel terhadap Iran.
Menurut data yang dirilis oleh pejabat negara dan dikutip oleh media, Presiden Masoud Pezeshkian mengeluarkan perintah untuk membuka kembali akses internet internasional. Sumber lokal menyebutkan perintah ini dilaporkan oleh media pemerintah pada hari Senin.
Hingga laporan ini ditulis, layanan konektivitas dilaporkan pulih secara bertahap, dengan angka konektivitas yang disebut mencapai sekitar 86% pada malam hari—meskipun kelompok pemantau seperti NetBlocks memperingatkan restorasi bersifat tidak konsisten dan kemungkinan disertai pembatasan sensor yang lebih ketat. Tim redaksi masih memverifikasi mekanisme dan jadwal pemulihan penuh.
Menurut data lain yang beredar, pemadaman yang dimulai pada 28 Februari merupakan salah satu yang terpanjang di luar Korea Utara dan awalnya terkait pembatasan untuk meredam protes domestik sebelum meluas akibat konflik militer. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim bahwa pemadaman menyebabkan kerugian ekonomi sekitar $30–40 juta per hari dan mengancam sekitar lima juta pekerjaan di sektor digital.
Beberapa laporan menyatakan pemulihan ini mengikuti perkembangan diplomatik dan tekanan internasional, sementara pihak berwenang menggambarkan langkah tersebut sebagai pembukaan akses yang “diatur”. Belum dapat diverifikasi secara independen rincian terkait pembatasan pada aplikasi pesan seperti WhatsApp dan penggunaan layanan “pro” berbayar selama pemadaman.
Tim redaksi masih memverifikasi semua rincian dan akan mengupdate berita ini ketika informasi tambahan tersedia.
Photo by: Lara Jameson, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship