Iran-Israel Hentikan Serangan Setelah Peringatan Trump kepada Netanyahu
Berdasarkan laporan, Iran dan Israel dilaporkan menghentikan operasi militer langsung setelah pertukaran serangan rudal dan serangan balasan dalam kurun waktu sekitar 24 jam.
Menurut data, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menekankan bahwa Israel bisa “ditinggalkan sendiri” jika melanjutkan eskalasi militer terhadap Iran. Klaim itu disusul seruan untuk gencatan senjata segera yang, menurut beberapa laporan, mendorong jeda serangan langsung antara Teheran dan Tel Aviv.
Hingga laporan ini ditulis, kedua pihak dilaporkan menghentikan operasi timbal balik, namun ketegangan regional tetap tinggi. Sumber lokal menyebutkan bahwa Netanyahu menyatakan Israel akan merespons dengan kekuatan jika Iran melakukan agresi lagi, sementara pejabat Iran memperingatkan bahwa aset AS dan Israel di kawasan tetap menjadi sasaran legitim jika serangan berlanjut.
Menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan Israel telah menewaskan 3.637 orang di Lebanon sejak Maret, dengan 11.188 orang luka-luka. Belum dapat diverifikasi secara independen rincian komposisi korban dan klaim tanggung jawab untuk setiap insiden yang dilaporkan.
Laporan juga mencatat bahwa konflik terbuka antara Israel dan Iran mereda, namun operasi Israel terhadap Hezbollah di Lebanon terus berlanjut dan kelompok Houthi meningkatkan ancaman terhadap pelayaran di Laut Merah, sehingga risiko meluasnya konflik tetap ada.
Belum dapat diverifikasi secara independen beberapa klaim yang beredar di media tentang detail serangan dan negosiasi di balik layar, dan Tim redaksi masih memverifikasi kebenaran berbagai pernyataan pihak terkait serta angka-angka korban sebelum publikasi lebih lanjut.
Photo by: Saifee Art, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel