AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Lebanon: 11 Tewas dalam Serangan Udara Israel di Tyre AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Lebanon: 11 Tewas dalam Serangan Udara Israel di Tyre

Intelijen AS Kejutkan Trump: Iran Kuasai Kembali 90% Fasilitas Rudal Bawah Tanah

Admin May 13, 2026 at 16:04
Intelijen AS Kejutkan Trump: Iran Kuasai Kembali 90% Fasilitas Rudal Bawah Tanah

Berdasarkan laporan yang dikutip dari The New York Times, intelijen Amerika Serikat secara pribadi memberi tahu para pembuat kebijakan bahwa Iran telah menguasai kembali sekitar 90 persen fasilitas penyimpanan dan peluncuran rudal bawah tanah di seluruh negeri. Menurut data citra satelit dan teknologi pengintaian canggih yang dikumpulkan awal bulan ini, penilaian rahasia itu menunjukkan bahwa sebagian besar arsenal rudal Tehran tetap terpelihara, menghadirkan tantangan strategis bagi Washington di tengah kekurangan munisi penting. Hingga laporan ini ditulis, penilaian tersebut menyebutkan Iran juga memulihkan akses operasional ke sebagian besar situs, termasuk akses yang dilaporkan ke 30 dari 33 fasilitas tertentu yang sebelumnya dinyatakan lumpuh. Analisis intelijen menggambarkan angka-angka itu sebagai alarm bagi pejabat senior AS dan bertentangan dengan klaim bahwa kemampuan rudal Iran telah “didekati” atau dilumpuhkan sepenuhnya. Sumber lokal menyebutkan banyak pintu masuk fasilitas yang tampak disegel sebelumnya ternyata hanya ditutup sementara sehingga akses dapat dipulihkan. Belum dapat diverifikasi secara independen sejumlah rincian teknis dan perkiraan stok rudal yang disampaikan dalam penilaian rahasia tersebut. Dampak laporan ini mendorong perdebatan di Washington tentang langkah kebijakan berikutnya, termasuk risiko eskalasi militer dan kebutuhan untuk menilai kembali persediaan munitions AS. Tim redaksi masih memverifikasi seluruh pernyataan dan data dari dokumen intelijen yang dibocorkan serta klaim resmi dari pihak terkait.

Photo by: Markus Winkler, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.