Kabinet Israel Setujui Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid Kabinet Israel Setujui Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid

Inggris Keluarkan Lisensi Militer £20,5 Juta untuk Israel, Perundingan Pelucutan Senjata Hamas Mandek

Admin May 8, 2026 at 22:05
Inggris Keluarkan Lisensi Militer £20,5 Juta untuk Israel, Perundingan Pelucutan Senjata Hamas Mandek

Berdasarkan laporan Middle East Monitor (MEMO) dan The Jerusalem Post, pemerintah Inggris telah mengeluarkan lisensi militer baru terkait Israel meskipun sebelumnya sempat menghentikan ekspor senjata pada September 2024. Menurut data Departemen Bisnis dan Perdagangan Inggris (DBT), nilai total lisensi baru mencapai £20,5 juta, termasuk satu lisensi senilai $11,85 juta untuk komponen perangkat penargetan. Pemerintah Inggris menyatakan lisensi itu mematuhi larangan karena barang dimaksudkan untuk “re-ekspor” ke pihak ketiga, bukan langsung untuk Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Sumber lokal menyebutkan kelompok advokasi Campaign Against Arms Trade (CAAT) mengecam kebijakan ini sebagai “legal fiction” dan memperingatkan risiko “auto-diversion” di mana peralatan bisa dialihkan untuk penggunaan militer Israel di Gaza. Menurut data The Jerusalem Post, negosiasi mengenai pelucutan senjata Hamas di bawah rencana damai paska-pemikiran administrasi sebelumnya tetap buntu dalam dilema keamanan yang digambarkan sebagai “chicken-and-egg”: Hamas menyatakan kesediaan teoretis untuk menyerahkan senjata hanya jika ada penarikan penuh Israel, penempatan pasukan stabilisasi internasional, dan jaminan amnesti pribadi, sedangkan Israel menuntut demiliterisasi total sebelum penarikan. Menurut data, Israel kini menguasai sekitar 59% wilayah Gaza, sementara krisis kemanusiaan dan logistik semakin parah. Hingga laporan ini ditulis, klaim dan angka terkait dampak di lapangan belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut terkait lisensi, jalur re-ekspor, serta pernyataan pihak terkait.

Photo by: Plastic Lines, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.