Inggris Keluarkan Lisensi Militer £20,5 Juta untuk Israel, Perundingan Pelucutan Senjata Hamas Mandek
Berdasarkan laporan Middle East Monitor (MEMO) dan The Jerusalem Post, pemerintah Inggris telah mengeluarkan lisensi militer baru terkait Israel meskipun sebelumnya sempat menghentikan ekspor senjata pada September 2024. Menurut data Departemen Bisnis dan Perdagangan Inggris (DBT), nilai total lisensi baru mencapai £20,5 juta, termasuk satu lisensi senilai $11,85 juta untuk komponen perangkat penargetan. Pemerintah Inggris menyatakan lisensi itu mematuhi larangan karena barang dimaksudkan untuk “re-ekspor” ke pihak ketiga, bukan langsung untuk Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Sumber lokal menyebutkan kelompok advokasi Campaign Against Arms Trade (CAAT) mengecam kebijakan ini sebagai “legal fiction” dan memperingatkan risiko “auto-diversion” di mana peralatan bisa dialihkan untuk penggunaan militer Israel di Gaza. Menurut data The Jerusalem Post, negosiasi mengenai pelucutan senjata Hamas di bawah rencana damai paska-pemikiran administrasi sebelumnya tetap buntu dalam dilema keamanan yang digambarkan sebagai “chicken-and-egg”: Hamas menyatakan kesediaan teoretis untuk menyerahkan senjata hanya jika ada penarikan penuh Israel, penempatan pasukan stabilisasi internasional, dan jaminan amnesti pribadi, sedangkan Israel menuntut demiliterisasi total sebelum penarikan. Menurut data, Israel kini menguasai sekitar 59% wilayah Gaza, sementara krisis kemanusiaan dan logistik semakin parah. Hingga laporan ini ditulis, klaim dan angka terkait dampak di lapangan belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut terkait lisensi, jalur re-ekspor, serta pernyataan pihak terkait.
Photo by: Plastic Lines, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship