Hezbollah Klaim Melancarkan 24 Operasi Menyerang Militer Israel di Selatan Lebanon
Berdasarkan laporan, Hezbollah menyatakan telah melancarkan 24 operasi militer selama 24 jam terakhir yang menargetkan pasukan, kendaraan militer, dan posisi-posisi Israel di sepanjang selatan Lebanon. Grup bersenjata itu menyebutkan serangan meliputi serangan drone serta rentetan roket sebagai respons atas apa yang disebutnya pelanggaran gencatan senjata oleh Israel.
Menurut data yang disampaikan oleh media regional, serangan-serangan tersebut dilancarkan sebagai tanggapan terhadap aktivitas militer Israel yang berlanjut meskipun ada kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada April. Sumber lokal menyebutkan bahwa serangan dan kegiatan militer sebelumnya di selatan telah mengakibatkan puluhan korban tewas dan luka-luka di kalangan warga sipil serta kerusakan luas di wilayah tersebut.
Hingga laporan ini ditulis, Ynet News melaporkan bahwa Kolonel Meir Biderman, komandan Brigade Lapangan 401 Angkatan Pertahanan Israel (IDF), mengalami luka serius akibat sebuah serangan drone-led yang dilaporkan terkait dengan kegiatan Hezbollah; seorang letnan kolonel lain juga dilaporkan terluka. Pernyataan resmi dari IDF terkait kondisi terkini komandan tersebut belum dirinci dalam sumber yang tersedia untuk umum.
Belum dapat diverifikasi secara independen apakah semua klaim serangan yang disampaikan oleh Hezbollah dan laporan mengenai korban benar-benar terjadi persis seperti yang dilaporkan pihak-pihak yang terkait. Tim redaksi masih memverifikasi rincian, termasuk jumlah pasti operasi, jenis senjata yang digunakan, serta kehendak dan dampak korban di lapangan.
Sementara itu, ketegangan di sepanjang perbatasan selatan tetap tinggi, dengan kedua belah pihak saling menuduh melakukan provokasi dan pelanggaran. Tim redaksi akan terus memantau perkembangan, mengumpulkan konfirmasi dari sumber resmi, dan memperbarui informasi segera setelah verifikasi lebih lanjut tersedia.
Photo by: Tomer Dahari, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship