Kabinet Israel Setujui Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid Kabinet Israel Setujui Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid

Financial Times: Kerangka Kerja Tehran-Washington Usulkan Perpanjangan Gencatan Senjata 60 Hari

Admin May 25, 2026 at 13:23
Financial Times: Kerangka Kerja Tehran-Washington Usulkan Perpanjangan Gencatan Senjata 60 Hari

Berdasarkan laporan Financial Times, sebuah rancangan kesepakatan antara Tehran dan Washington mengusulkan perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari untuk memberi waktu bagi negosiasi terkait program nuklir Iran dan pembukaan bertahap Selat Hormuz.

Menurut data yang dikutip surat kabar tersebut dari seorang diplomat, periode gencatan senjata itu akan digunakan untuk menyelesaikan isu-isu yang masih tertunda, termasuk mekanisme bagi Iran untuk menyerahkan cadangan uranium terdiperkaya tinggi miliknya. Laporan juga menyebutkan rancangan nota kesepahaman yang mengantisipasi pengangkatan ranjau secara bertahap di Selat Hormuz dan pelonggaran blokade secara proporsional.

Sumber lokal menyebutkan bahwa bagian lain dari kerangka yang dilaporkan meliputi kemungkinan pencairan aset yang dibekukan dan pelonggaran sanksi yang bertahap, meskipun besaran dan rincian finansial masih berbeda-beda dalam pemberitaan lain. Beberapa media internasional menambahkan bahwa perantara di Pakistan dan Turki aktif memfasilitasi pembicaraan, sementara politisi di Amerika Serikat dan sekutu seperti Israel menyuarakan keprihatinan tentang konsekuensi jangka panjang dari kesepakatan semacam itu.

Hingga laporan ini ditulis, rincian penuh dari rancangan kerangka kerja tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan pihak-pihak terkait belum menandatangani perjanjian resmi. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim yang beredar dan akan memperbarui berita jika ada konfirmasi lebih lanjut.

Photo by: Mohammad Saadi, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.