Blokade Israel Mengurung Calon Jemaah Haji di Gaza, Aktivis Lapor Penyiksaan
Berdasarkan laporan, Najia Abu Lehia, perempuan berusia 64 tahun, telah lama bermimpi menunaikan ibadah Haji bersama suaminya namun terhalang oleh blokade yang diberlakukan di perairan dan perbatasan Gaza. Sumber lokal menyebutkan banyak warga, termasuk calon jemaah, mengalami kesulitan keluar dari wilayah tersebut akibat pembatasan lalu lintas laut dan darat.
Kelompok aktivis Global Sumud Flotilla menyatakan kapal-kapal bantuan mereka disergap oleh pasukan Israel saat berusaha menembus blokade. Menurut data aktivis dan saksi, penumpang dilaporkan mengalami kekerasan fisik sistemik—termasuk pemukulan, penggunaan taser, dan anjing serang—serta penahanan di kontainer kapal. Belum dapat diverifikasi secara independen semua klaim tersebut; pihak berwenang Israel menyebut beberapa tuduhan sebagai “tanpa dasar fakta” namun rekaman insiden yang beredar memicu kecaman internasional.
Menurut data yang dikumpulkan dari laporan media, sekitar 420 peserta dari konvoi 50 kapal itu kemudian dideportasi ke berbagai negara. Hingga laporan ini ditulis, Tim redaksi masih memverifikasi kondisi terkini Najia Abu Lehia dan apakah ada upaya resmi untuk memberi akses jemaah Haji dari Gaza.
Sumber lokal menyebutkan dampak blokade bukan hanya terhadap pengiriman bantuan tetapi juga terhadap akses warga Gaza ke layanan kepengurusan perjalanan ibadah dan dokumen yang diperlukan untuk Haji. Tim redaksi masih memverifikasi lebih lanjut klaim mengenai perlakuan terhadap aktivis dan jemaah, dan beberapa rincian belum dapat diverifikasi secara independen. Pihak penyelenggara internasional dan beberapa negara terus meminta penjelasan dan jalur aman bagi warga sipil yang hendak menunaikan ibadah atau menerima bantuan.
Photo by: Hosny salah, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship