BDS: Kesepakatan Antara Lebanon dan “Israel” Adalah Pengkhianatan
Berdasarkan laporan jaringan Quds, Komite Nasional Palestina untuk Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) menyatakan menolak dan mengutuk “kesepakatan kerangka” yang diklaim telah ditandatangani di Washington di bawah pengawasan Amerika Serikat, dengan menyebut perjanjian itu sebagai tindakan yang khianat terhadap hak-hak rakyat Lebanon dan Palestina.
Menurut data dari pernyataan resmi BDS yang dikutip, organisasi itu bergabung dengan suara parlemen dan kekuatan nasional Lebanon yang menentang upaya normalisasi atau pengaturan keamanan yang mensyaratkan penyerahan senjata kelompok perlawanan. Pernyataan BDS menegaskan bahwa setiap proses yang memaksa Lebanon menerima syarat-syarat yang menyingkirkan perlawanan rakyat merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kedaulatan dan martabat nasional.
Rincian inti dari kerangka kerja yang dilaporkan meliputi pengambilalihan kendali oleh Angkatan Bersenjata Lebanon terhadap zona-zona tertentu, penarikan bertahap pasukan Israel yang dikondisikan pada pelucutan senjata kelompok non-negara, serta pembentukan mekanisme koordinasi militer yang melibatkan pihak ketiga. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim mengenai mekanisme verifikasi dan tindakan lanjutan yang disebutkan dalam dokumen kerangka tersebut.
Sumber lokal menyebutkan bahwa beberapa tokoh politik Lebanon, termasuk pemimpin parlemen dan kelompok nasionalis, telah mengeluarkan kecaman terhadap perjanjian yang dinilai memaksa dan sepihak. Hingga laporan ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Lebanon, pihak-pihak terkait di Washington, maupun pernyataan pemerintah Israel yang dapat diverifikasi secara independen.
Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut, termasuk dampak politik internal di Lebanon dan respons masyarakat sipil terhadap pernyataan BDS. Kami akan memberikan pembaruan saat informasi tambahan dapat dikonfirmasi.
Photo by: Abdulrahman Alyaarobi, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel