Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran

Admin June 10, 2026 at 16:07
AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran

Berdasarkan laporan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyatakan bahwa upaya diplomasi dengan Amerika Serikat tidak dapat maju di tengah pelanggaran gencatan senjata yang berulang setelah serangkaian serangan semalam di Teluk antara Teheran dan Washington.

Menurut data yang disampaikan Baghaei, Washington sedang merusak jalur diplomasi lewat pesan yang saling bertentangan, pergeseran sikap dan pelanggaran gencatan senjata yang berulang. Ia menambahkan bahwa Israel juga merusak proses tersebut melalui pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata di Lebanon.

“Hingga laporan ini ditulis, kami harus menilai kembali (jalur diplomatik dengan Washington) … setiap proses diplomatik memerlukan lingkungan minimum yang stabil,” kata Baghaei, sebagaimana dikutip oleh pejabat Iran.

Sumber lokal menyebutkan bahwa peristiwa semalam melibatkan serangan dan manuver militer di beberapa titik, namun detail operasional dan klaim-klaim terkait dampak masih belum jelas. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim tentang siapa yang menjadi sasaran langsung dan jumlah korban akibat insiden tersebut.

Menurut Baghaei, pesan-pesan yang kontradiktif dari AS dan tindakan yang dianggap melanggar gencatan senjata oleh kedua pihak telah menimbulkan ketidakpercayaan yang menghambat langkah-langkah diplomatik yang lebih lanjut. Iran menegaskan perlunya lingkungan yang stabil sebagai prasyarat setiap pembicaraan.

Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim yang dibuat oleh pihak terkait dan perkembangan terbaru di lapangan. Kami akan memperbarui laporan ini bila ada konfirmasi tambahan dari sumber independen.

Photo by: Monirul Islam, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.