Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

AS dan Iran Capai Kesepakatan Awal untuk Membuka Kembali Selat Hormuz

Admin May 25, 2026 at 00:03
AS dan Iran Capai Kesepakatan Awal untuk Membuka Kembali Selat Hormuz

Berdasarkan laporan The New York Times, seorang pejabat AS menyatakan Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan prinsip (in principle) untuk membuka kembali Selat Hormuz. Kesepakatan awal itu dilaporkan mencakup komitmen Iran untuk membuang uranium yang diperkaya tinggi sebagai bagian dari pertukaran agar jalur pelayaran kembali dibuka.

Menurut data yang dikutip, perjanjian tersebut belum ditandatangani dan masih memerlukan persetujuan akhir dari Presiden AS Donald Trump serta Pemimpin Tertinggi Iran yang disebutkan dalam laporan. Proses persetujuan ini, menurut sumber yang sama, bisa memakan waktu beberapa hari dan mekanisme pembuangan uranium yang diperkaya tinggi masih dalam tahap negosiasi.

Menurut data, sumber yang dikutip juga menyampaikan bahwa rancangan kesepakatan tidak membahas stok rudal Iran dan tidak memasukkan moratorium pengayaan uranium. Beberapa laporan menyebutkan bahwa kerangka waktu sementara 30–60 hari atau nota kesepahaman 60 hari dibahas untuk menengahi gencatan sementara dan negosiasi teknis lebih lanjut.

Sumber lokal menyebutkan bahwa kapal-kapal telah terlihat melintasi Selat Hormuz sejak adanya laporan awal mengenai kesepakatan sementara, sesuai foto dan rekaman yang beredar. Hingga laporan ini ditulis, para pejabat kedua pihak belum merilis dokumen resmi yang menegaskan rincian akhir atau jadwal implementasi perjanjian.

Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim terkait isi lengkap perjanjian dan langkah teknis pembuangan uranium. Tim redaksi masih memverifikasi informasi lebih lanjut dan akan memperbarui berita ini apabila ada konfirmasi resmi dari pihak pemerintah AS maupun Iran.

Photo by: Melika Hazrati, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.