Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Araghchi: Perundingan AS-Iran ‘Terhambat oleh Kurangnya Kepercayaan’

Admin May 16, 2026 at 11:04
Araghchi: Perundingan AS-Iran ‘Terhambat oleh Kurangnya Kepercayaan’

Berdasarkan laporan Middle East Eye, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada Jumat bahwa perundingan antara Amerika Serikat dan Iran sedang “terhambat oleh kurangnya kepercayaan”. Pernyataan itu disampaikan saat Araghchi menghadiri pertemuan menteri luar negeri BRICS di New Delhi.

Menurut data yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, Araghchi menegaskan bahwa Tehran menginginkan syarat-syarat yang jelas dan terdefinisi sebelum menyetujui setiap kesepakatan, dan bahwa upaya tekanan militer dari AS tidak berhasil mencapai tujuan Washington. Ia menambahkan bahwa pernyataan-pernyataan yang saling bertentangan dari pihak Washington menimbulkan keraguan mengenai niat AS, meskipun Iran tetap terbuka terhadap “kesepakatan yang adil dan seimbang”.

Sumber lokal menyebutkan Araghchi juga menyoroti kesiapan Tehran untuk keterlibatan pihak ketiga dalam mediasi, namun ia menekankan bahwa kejelasan dan jaminan konkret menjadi prasyarat bagi kelanjutan dialog. Hingga laporan ini ditulis, detail lebih lanjut mengenai kemungkinan langkah konkret lanjutan belum diumumkan.

Belum dapat diverifikasi secara independen apakah ada tawaran spesifik yang sedang dibahas di luar pernyataan publik tersebut, atau sejauh mana pihak AS merespons tuntutan Tehran tentang kejelasan syarat.

Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan tambahan dari kedua belah pihak dan perkembangan lebih lanjut terkait jalannya pembicaraan diplomatik ini.

Photo by: Saifee Art, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.