Vance: Trump Tidak Berusaha Memasang Reza Pahlavi sebagai Pemimpin Iran
Berdasarkan laporan, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa Presiden Donald Trump tidak pernah berupaya memasang Reza Pahlavi sebagai pemimpin Iran. Menurut pernyataan yang disampaikan Vance dalam beberapa wawancara publik, klaim tentang upaya Amerika Serikat untuk melakukan perubahan rezim demi menempatkan figur tertentu tidak mencerminkan kebijakan pemerintahan saat ini.
Menurut data yang dipublikasikan terkait kesepakatan sementara antara AS dan Iran, fokus utama adalah penghentian program nuklir dan pembukaan kembali Selat Hormuz untuk memulihkan aliran minyak global, bukan pemasangan pemimpin baru. Kesepakatan itu, sebagaimana dirangkum dalam dokumen-dokumen yang dibahas di media, juga mencakup periode “masa percobaan” 60 hari dan kemungkinan keringanan sanksi bila Tehran memenuhi syarat verifikasi.
Hingga laporan ini ditulis, teks resmi perjanjian belum dibagikan kepada Kongres atau sekutu AS, dan rincian beberapa ketentuan masih berupa kebocoran dokumen. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah pihak-pihak luar AS pernah mendorong atau membahas nama Reza Pahlavi dalam konteks formal kebijakan, sehingga pernyataan Vance menjadi rujukan utama saat ini.
Sumber lokal menyebutkan bahwa memorandum yang dibicarakan melibatkan pejabat tinggi Iran dan pihak-pihak AS yang mengedepankan pengetesan komitmen Tehran terhadap nonproliferasi dan penghentian dukungan terhadap organisasi yang dikategorikan sebagai teroris. Di sisi lain, sejumlah pengkritik menilai kesepakatan tersebut memberikan keuntungan besar kepada Tehran tanpa menjamin penghapusan program nuklir dalam jangka panjang.
Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan dan dokumen terkait, termasuk klaim yang menyebut adanya upaya untuk mengganti kepemimpinan Iran. Laporan lebih lanjut akan mengikuti setelah sumber tambahan dapat dikonfirmasi.
Photo by: DMV Photojournalism, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel