Iran Ancam ‘Balasan Keras’ ke Israel Jika Serangan di Lebanon Berlanjut Departemen Kehakiman AS Menjerat Lima Pria atas Dugaan Rencana Serangan pada Acara UFC di Halaman Selatan Gedung Putih Setelah Keberatan AS, Israel Ganti Operasi Militer di Gaza dengan “Pencaplokan Diam-diam” Tentara Israel Klaim Mencegat Roket Hezbollah di Selatan Lebanon Perang Menghilangkan Ruang Bermain dan Tempat Aman bagi Anak-anak Gaza Majelis Organisasi HAM Palestina: Kelompok Bersenjata Terkait Pendudukan Mengancam Warga Sipil di Gaza AS, Iran dan Hezbollah Bersitegang soal Ketentuan Kabur Perjanjian Gencatan Senjata Olmert: Kesepakatan AS-Iran Bisa Dipandang Sebagai ‘Pengkhianatan’ di Israel Zelensky Terima Kasih kepada Pemimpin G7 atas ‘Ide Kuat’ untuk Memaksa Rusia Menuju Perdamaian Hamas Peringatkan Bahaya Rencana Pengambilalihan Kendali atas Hebron setelah Pernyataan Smotrich Iran Ancam ‘Balasan Keras’ ke Israel Jika Serangan di Lebanon Berlanjut Departemen Kehakiman AS Menjerat Lima Pria atas Dugaan Rencana Serangan pada Acara UFC di Halaman Selatan Gedung Putih Setelah Keberatan AS, Israel Ganti Operasi Militer di Gaza dengan “Pencaplokan Diam-diam” Tentara Israel Klaim Mencegat Roket Hezbollah di Selatan Lebanon Perang Menghilangkan Ruang Bermain dan Tempat Aman bagi Anak-anak Gaza Majelis Organisasi HAM Palestina: Kelompok Bersenjata Terkait Pendudukan Mengancam Warga Sipil di Gaza AS, Iran dan Hezbollah Bersitegang soal Ketentuan Kabur Perjanjian Gencatan Senjata Olmert: Kesepakatan AS-Iran Bisa Dipandang Sebagai ‘Pengkhianatan’ di Israel Zelensky Terima Kasih kepada Pemimpin G7 atas ‘Ide Kuat’ untuk Memaksa Rusia Menuju Perdamaian Hamas Peringatkan Bahaya Rencana Pengambilalihan Kendali atas Hebron setelah Pernyataan Smotrich

Departemen Kehakiman AS Menjerat Lima Pria atas Dugaan Rencana Serangan pada Acara UFC di Halaman Selatan Gedung Putih

Admin June 17, 2026 at 04:04
Departemen Kehakiman AS Menjerat Lima Pria atas Dugaan Rencana Serangan pada Acara UFC di Halaman Selatan Gedung Putih

Berdasarkan laporan Departemen Kehakiman Amerika Serikat, jaksa federal mengajukan dakwaan terhadap lima pria yang dituduh merencanakan serangan massal pada acara UFC yang digelar di Halaman Selatan Gedung Putih. Acara tersebut digelar bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-80 Presiden AS.

Menurut data penyelidikan yang dirilis pihak berwenang, kelompok itu diduga berencana menggunakan pesawat nirawak yang dimodifikasi dengan bahan peledak untuk memicu kepanikan massa dan mengarahkan kerumunan ke area di mana penembak jitu telah ditempatkan. Rencana lain yang disebutkan dalam dokumen pengadilan termasuk serangan darat ke gerbang Gedung Putih dan penembakan terhadap tamu bernilai tinggi.

Sumber lokal menyebutkan penangkapan berlangsung di beberapa negara bagian, termasuk Ohio, Missouri, Nebraska, dan California. Salah satu tersangka yang bernama Tycen Proper, berusia 19 tahun, ditangkap setelah ibunya melaporkan pembelian senjata dan perilaku ekstremis anaknya kepada pihak berwenang. Informasi ini memicu penyelidikan yang akhirnya menggagalkan rencana tersebut.

Berdasarkan laporan media yang memantau dokumen pengadilan, motivasi kelompok disebut berkaitan dengan kebencian terhadap elit politik dan tudingan pendanaan tertentu dalam politik Amerika. Klaim-klaim tentang target spesifik, termasuk nama-nama pejabat yang disebut, belum dapat diverifikasi secara independen.

Menurut data dakwaan, para tersangka dituduh berkonspirasi untuk melakukan pembunuhan dan pemusnahan properti dengan menggunakan perangkat peledak dan senjata api. Kelima tersangka kini menghadapi dakwaan federal yang bisa berujung pada hukuman berat jika terbukti bersalah di pengadilan.

Hingga laporan ini ditulis, otoritas federal belum mengumumkan adanya korban jiwa atau luka serius terkait rencana yang digagalkan tersebut. Penyelidikan masih berlanjut untuk mengidentifikasi keterlibatan pihak lain dan jalur pasokan senjata yang digunakan oleh kelompok itu.

Belum dapat diverifikasi secara independen apakah jaringan atau kelompok ideologis tertentu berada di balik rencana tersebut selain nama-nama yang tercantum dalam dakwaan. Pihak berwenang menyebut operasi itu bersifat lintas negara bagian dan melibatkan komunikasi daring di antara para tersangka.

Sumber lokal menyebutkan penyitaan sejumlah barang bukti termasuk komponen nirawak, senjata, dan dokumen perencanaan selama penggerebekan. Dokumen pengadilan yang dikutip media juga menunjukkan bahwa upaya pencegahan dimulai setelah adanya laporan dari keluarga salah satu tersangka.

Tim redaksi masih memverifikasi beberapa rincian laporan, termasuk keterangan saksi dan bukti teknis yang digunakan penyidik. Hingga laporan ini ditulis, kelima tersangka ditahan dan proses hukum sedang berjalan di pengadilan federal. Tim redaksi akan memperbarui informasi bila ada keterangan resmi tambahan dari Departemen Kehakiman atau lembaga penegak hukum lainnya.

Photo by: Jacob Morch, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.