UNICEF Sebut Gencatan Senjata di Gaza ‘Ilusi Mematikan’ — 265 Anak Palestina Gugur Sejak Oktober Bangun dan ‘cium kenyataan’, Trump satu-satunya teman yang tersisa, kata Vance Presiden Lebanon Kecam Serangan Israel Terbaru, Mendesak ‘Gencatan Senjata Komprehensif’ Trump Isyaratkan Pendekatan Baru terhadap Program Nuklir Korea Utara Wakil Presiden AS: Trump ‘satu-satunya sekutu’ Israel saat pembicaraan dengan Iran ditunda Perang Perkuat Rezim Iran Sambil Memperdalam Perpecahan Oposisi Krisis Timur Tengah: Israel Serang Target di Lebanon, Pembicaraan AS-Iran di Swiss Dibatalkan Perundingan AS-Iran di Swiss Dibatalkan Mendadak Saat Israel dan Hezbollah Bentrok di Lebanon UEA Larang Anak di Bawah 15 Tahun Menggunakan Media Sosial Wazwan: Warisan Kuliner Megah Kashmir yang Merayakan Kebersamaan dan Kehormatan UNICEF Sebut Gencatan Senjata di Gaza ‘Ilusi Mematikan’ — 265 Anak Palestina Gugur Sejak Oktober Bangun dan ‘cium kenyataan’, Trump satu-satunya teman yang tersisa, kata Vance Presiden Lebanon Kecam Serangan Israel Terbaru, Mendesak ‘Gencatan Senjata Komprehensif’ Trump Isyaratkan Pendekatan Baru terhadap Program Nuklir Korea Utara Wakil Presiden AS: Trump ‘satu-satunya sekutu’ Israel saat pembicaraan dengan Iran ditunda Perang Perkuat Rezim Iran Sambil Memperdalam Perpecahan Oposisi Krisis Timur Tengah: Israel Serang Target di Lebanon, Pembicaraan AS-Iran di Swiss Dibatalkan Perundingan AS-Iran di Swiss Dibatalkan Mendadak Saat Israel dan Hezbollah Bentrok di Lebanon UEA Larang Anak di Bawah 15 Tahun Menggunakan Media Sosial Wazwan: Warisan Kuliner Megah Kashmir yang Merayakan Kebersamaan dan Kehormatan

UNICEF Sebut Gencatan Senjata di Gaza ‘Ilusi Mematikan’ — 265 Anak Palestina Gugur Sejak Oktober

Admin June 19, 2026 at 22:03
UNICEF Sebut Gencatan Senjata di Gaza ‘Ilusi Mematikan’ — 265 Anak Palestina Gugur Sejak Oktober

Berdasarkan laporan UNICEF yang disampaikan kepada wartawan di Jenewa, organisasi kemanusiaan internasional itu menyebut gencatan senjata di Gaza sebagai ‘ilusi mematikan’ karena kekerasan terus berlanjut meskipun penghentian permusuhan telah diumumkan.

Menurut data UNICEF, setidaknya 265 anak Palestina telah gugur di Gaza sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025. UNICEF memperingatkan bahwa selama periode yang semestinya ditandai dengan pembatasan kekerasan dan perlindungan, rata-rata satu anak gugur setiap hari selama lebih dari delapan bulan.

Hingga laporan ini ditulis, angka-angka korban tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak ketiga. Belum dapat diverifikasi secara independen juga kebenaran beberapa rincian insiden yang dilaporkan di lapangan.

Juru bicara UNICEF James Elder mengatakan gencatan senjata itu merupakan “ilusi mematikan yang kejam” dan mempertanyakan apakah situasi semacam itu masih dapat disebut gencatan senjata ketika anak-anak terus gugur. Sumber lokal menyebutkan keluarga-keluarga di Gaza masih harus mengubur putra dan putri mereka meskipun ada pernyataan penghentian permusuhan.

Sumber lokal menyebutkan pula kasus anak-anak yang selamat mengalami luka-luka parah; dalam salah satu laporan terdapat anak berusia tujuh tahun yang menderita luka bakar parah dan berisiko kehilangan kakinya karena keterbatasan perawatan medis. Tim redaksi masih memverifikasi rincian individu dan identitas korban tersebut.

UNICEF mengulangi seruan agar semua pihak menghormati hukum humaniter internasional dan segera mengambil langkah nyata untuk melindungi anak-anak dan warga sipil. Tim redaksi masih memverifikasi data tambahan dan keterangan dari sumber-sumber di lapangan.

Photo by: Hosny salah, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.