Presiden Lebanon Kecam Serangan Israel Terbaru, Mendesak ‘Gencatan Senjata Komprehensif’
Berdasarkan laporan dari kantor kepresidenan, Presiden Lebanon Joseph Aoun pada Jumat mengecam serangan Israel yang baru-baru ini meluas di wilayah selatan dan timur Lebanon dan menyerukan “gencatan senjata komprehensif sesegera mungkin”. Aoun mengatakan ekspansi serangan dan meningkatnya pembunuhan serta kehancuran merupakan eskalasi berbahaya yang harus dihentikan.
Menurut data kementerian kesehatan Lebanon, serangan udara dan artileri di gubernur Nabatieh telah menyebabkan sedikitnya 18 orang gugur dan 33 lainnya luka-luka. Sumber lokal menyebutkan korban termasuk wanita dan anak-anak yang tidak bersalah.
Hingga laporan ini ditulis, pihak berwenang Lebanon terus mendata jumlah korban dan menghimpun informasi tentang kerusakan infrastruktur di daerah yang terkena dampak. Selain korban sipil Lebanon, beberapa media internasional melaporkan empat tentara Israel tewas dalam pertempuran terkait perluasan operasi militer.
Aoun menilai serangan itu merusak upaya untuk mengokohkan gencatan senjata dan mengakhiri perang, terutama menyusul perkembangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menegaskan Lebanon akan terus bekerja untuk mencapai penghentian permusuhan namun mendesak komunitas internasional agar segera bertindak untuk menghentikan serangan.
Sumber lokal menyebutkan adanya pengungsian massal di beberapa desa di selatan dan Bekaa karena takut terhadap serangan lanjutan. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim pihak-pihak yang saling menuduh mengenai provokasi atau pelanggaran gencatan senjata.
Tim redaksi masih memverifikasi sejumlah laporan terkait angka korban akhir, klaim serangan lintas batas, dan perkembangan diplomatik yang disebut-sebut memengaruhi situasi di lapangan. Kami akan memperbarui berita ini bila informasi tambahan yang dapat diverifikasi tersedia.
Photo by: Jo Kassis, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel