Trump Tolak Tanggapan Iran: “Totally Unacceptable”
Berdasarkan laporan dari CBS, France 24, The Jerusalem Post, dan South Florida Reporter, Presiden AS Donald Trump menolak tanggapan Iran atas proposal perdamaian AS, menyebutnya “totally unacceptable”. Menurut data yang dirilis, proposal balasan Iran — disampaikan melalui mediator Pakistan — menuntut penghentian permanen perang di semua front termasuk Lebanon, pencabutan sanksi minyak AS untuk jangka waktu tertentu, dan diakhirinya blokade laut di Selat Hormuz. Trump melalui unggahan di Truth Social menyatakan Iran “sedang bermain-main” dan menegaskan syarat AS tetap menuntut moratorium uranium selama 12 tahun serta pembongkaran infrastruktur nuklir Iran.
Hingga laporan ini ditulis, sumber lokal menyebutkan Selat Hormuz sebagian besar tertutup, memicu kenaikan harga minyak lebih dari 3 dolar per barel. Upaya diplomatik sedang berlangsung: Inggris dan Prancis dikabarkan mengorganisir misi multinasional untuk mengamankan pelayaran regional, sementara Gedung Putih berencana menekan Presiden Cina Xi Jinping mengenai isu Iran pada pertemuan puncak mendatang. Iran disebut juga membebaskan pemenang Nobel Narges Mohammadi dengan jaminan untuk perawatan medis.
Trump mengutip sejarah agresi Iran dan menyebut angka yang mengatakan 42.000 pengunjuk rasa gugur sebagai salah satu alasan penolakannya; klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Media Iran menanggapi bahwa mereka tidak berniat “mencari persetujuan” dari Trump. Tim redaksi masih memverifikasi rincian penuh proposal Iran, tuntutan yang disampaikan melalui perantara Pakistan, dan beberapa klaim korban serta dampak ekonomi yang beredar di berbagai laporan. Belum dapat diverifikasi secara independen sejumlah klaim yang saat ini menjadi bahan perdebatan di kalangan pengamat internasional.
Photo by: Joshua Santos, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship