Trump: Iran ‘tidak akan pernah memiliki senjata nuklir’ dan kesepakatan masuk ‘tahap kedua’, kata pemimpin G7
Berdasarkan laporan dari pertemuan puncak G7, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran “tidak akan pernah memiliki senjata nuklir” dan menyebut bahwa kesepakatan yang dicapai antara Washington dan Teheran akan memasuki “tahap kedua” negosiasi. Menurut data yang dipaparkan oleh para pihak, dokumen elektronik nota kesepahaman (MoU) telah ditandatangani oleh perwakilan AS dan Iran, dan mengatur jendela 60 hari untuk pembicaraan lanjutan mengenai program nuklir dan sanksi.
Hingga laporan ini ditulis, rincian teknis tahap kedua masih belum dipublikasikan secara lengkap. Beberapa pejabat Iran mengklaim bahwa kesepakatan mencakup pelepasan aset beku senilai miliaran dolar dan keringanan sanksi minyak; namun, Wakil Presiden AS JD Vance membantah adanya konsesi finansial besar, menyebut MoU itu dokumen singkat dan bersifat umum. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim tentang nilai aset yang akan dibuka atau rincian kompensasi ekonomi lainnya.
Sumber lokal menyebutkan bahwa meski MoU ditandatangani, ketegangan di kawasan tetap tinggi: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pasukan Israel akan tetap berada di selatan Lebanon, sementara terjadi pertukaran tembakan antara Israel dan Hizbullah di beberapa titik perbatasan. Trump juga menegur Netanyahu agar “lebih bertanggung jawab” terkait operasi di Lebanon ketika berbicara kepada wartawan di G7.
Menurut data dalam pernyataan bersama yang beredar, pembukaan kembali penuh Selat Hormuz dijadwalkan dalam beberapa hari ke depan jika semua pihak mematuhi kesepakatan sementara. Namun pengamat memperingatkan bahwa kebijakan kebebasan navigasi yang tergantung pada kesepakatan bilateral dapat menimbulkan ketidakpastian dan risiko ekonomi jangka panjang.
Sumber lokal menyebutkan adanya korban dalam bentrokan antara Israel dan Hizbullah; beberapa laporan menyebutkan pejuang Hizbullah tewas, sementara ada juga laporan warga Muslim gugur. Klaim-klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, dan Tim redaksi masih memverifikasi jumlah serta identitas korban.
Reaksi internasional bercampur: pasar minyak sedikit naik saat investor menimbang implikasi pembicaraan, sementara beberapa negara menyerukan pengawasan ketat terhadap implementasi tahap kedua. Tim redaksi masih memverifikasi rincian teknis yang lebih lengkap dan akan memperbarui laporan ketika konfirmasi tambahan diterima.
Photo by: Saifee Art, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel