Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali Setelah Penandatanganan, Kata Trump
Berdasarkan laporan, Presiden AS Donald Trump menyatakan Selat Hormuz akan dibuka kembali setelah penandatanganan resmi nota kesepahaman antara Washington dan Teheran.
Trump semula mengumumkan melalui platform Truth Social bahwa kesepakatan telah dicapai dan menyuruh pengangkut global untuk ‘let the oil flow’, yang menimbulkan kesan pembukaan segera. Namun kemudian ia mengeluarkan pernyataan lanjutan yang memperjelas pembukaan akan ditunda dan akan bertepatan dengan penandatanganan formal perjanjian tersebut.
Menurut data, penandatanganan dijadwalkan pada 19 Juni, menurut pernyataan Shehbaz Sharif; pemerintahnya disebut memainkan peran mediasi dalam negosiasi. Sumber lokal menyebutkan bahwa rincian teknis dan jadwal implementasi akan dipaparkan pada saat penandatanganan.
Menurut data, Selat Hormuz merupakan jalur bagi porsi signifikan ekspor minyak dunia dan menjadi elemen sentral dalam kesepakatan yang muncul antara AS dan Iran. Pengumuman soal kesepakatan itu juga dilaporkan berpengaruh pada pasar global, dengan reli pasar saham dan penurunan harga minyak.
Hingga laporan ini ditulis, belum dapat diverifikasi secara independen rincian lengkap isi nota kesepahaman — termasuk klausul mengenai penghentian operasi militer, pencabutan blokade laut, maupun ketentuan finansial dan nuklir. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim yang beredar dan akan mengupdate laporan bila ada konfirmasi resmi lebih lanjut.
Photo by: Farshid Zabbahi, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel