Sekjen PBB Kecam Keras Serangan Israel di Beirut pada Saat yang Krusial
Berdasarkan laporan dari beberapa media internasional, Sekjen PBB António Guterres mengecam keras serangan udara Israel di kawasan selatan Beirut yang terjadi pada Minggu, menyebut tindakan itu sebagai eskalasi yang sangat tidak pada tempatnya pada saat krusial diplomasi berlangsung. Menurut data yang dihimpun Associated Press dan laporan media lainnya, serangan tersebut menargetkan sasaran yang disebut terkait Hezbollah dan dilaporkan menewaskan sedikitnya tiga orang; namun status agama atau afiliasi korban belum dapat diverifikasi secara independen.
Sumber lokal menyebutkan bahwa ledakan mengguncang kawasan Dahiyeh dan sekitarnya, memicu kepanikan di antara warga sipil. Guterres, dalam pernyataannya, menyerukan “pengendalian diri maksimal” dan mengecam serangan itu secara tegas, memperingatkan bahwa tindakan militer pada saat negosiasi perdamaian dapat menggagalkan upaya diplomatik yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran.
Hingga laporan ini ditulis, perantara diplomatik dari beberapa negara, termasuk Pakistan dan Qatar menurut laporan, sedang berupaya menengahi kesepakatan gencatan senjata yang hampir final antara AS dan Iran. Presiden AS pada lembaga-lembaga terkait juga mendesak semua pihak untuk menahan diri agar proses diplomasi tidak runtuh.
Belum dapat diverifikasi secara independen apakah korban yang dilaporkan merupakan pejuang, anggota kelompok bersenjata, atau warga sipil; pihak-pihak terkait belum mengeluarkan konfirmasi resmi lengkap mengenai identitas korban. Tim redaksi masih memverifikasi detail lebih lanjut dan akan memperbarui laporan jika informasi tambahan tersedia.
Photo by: Hervé Piglowski, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel