Perang Iran Langsung: Kesepakatan AS-Iran Menunggu Persetujuan Trump, Israel Klaim Melampaui Litani
Berdasarkan laporan Axios yang dikutip beberapa media asing, Washington dan Teheran konon telah mencapai formula draf akhir untuk sebuah memorandum pemahaman (MoU) yang akan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari dan membuka kembali pembicaraan soal program nuklir Iran. Menurut data yang beredar, kesepakatan itu mencakup jaminan pelayaran tak terbatas di Selat Hormuz, penghapusan ranjau oleh Iran, pembukaan kembali sebagian blokade angkatan laut AS, serta rencana pembicaraan lanjutan mengenai pengelolaan uranium diperkaya dan pencairan aset beku Iran senilai miliaran dolar. Hingga laporan ini ditulis, rancangan itu masih menunggu persetujuan final Presiden Donald Trump.
Sementara itu, konflik di kawasan terus berkembang. Menurut data yang disampaikan oleh pihak militer Israel dan laporan media regional, IDF memperluas operasi di Lebanon dan menargetkan markas komando Hezbollah serta satu komandan yang disebut terkait Pasukan Quds IRGC di Beirut. Sumber lokal menyebutkan Israel mengumumkan telah “melampaui” Sungai Litani; klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Di Gaza, Israel dilaporkan menargetkan dan menewaskan beberapa komandan brigade yang terkait dengan kelompok bersenjata Hamas — sejumlah komandan tersebut dilaporkan gugur dalam serangan. Laporan lain menyebutkan seorang anggota IDF, Sersan Rotem Yanai, tewas selama operasi; informasi terkait korban masih terus diperbarui.
Beberapa laporan juga menyebutkan eskalasi tit-for-tat: Iran dituduh meluncurkan rudal balistik ke arah Kuwait dan menerbangkan drone di dekat Selat Hormuz, yang menurut sumber AS memicu serangan balasan terhadap fasilitas drone di Bandar Abbas. Namun, klaim-kclaim ini belum dapat diverifikasi secara independen dan mendapat respons yang beragam dari media Iran.
Berdasarkan laporan lain (The Guardian, Ynet) draf kesepakatan itu juga mencakup skema pembebasan dana Iran dan peran penengah negara-negara seperti Pakistan dan Qatar. Meski demikian, kesepakatan menghadapi penolakan dan keberatan, termasuk dari pihak Israel yang menilai beberapa poin berisiko dan menunda komitmen nuklir tegas.
Belum dapat diverifikasi secara independen sejauh mana masing-masing pihak benar-benar menyetujui seluruh isi draf. Sumber lokal menyebutkan situasi di lapangan tetap sangat volatile, dengan lonjakan serangan artileri dan serangan udara di beberapa front.
Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut dan akan memperbarui laporan ini saat informasi tambahan dapat dipastikan.
Photo by: Saifee Art, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship