Nawar Najma kepada SANA: Representasi Komponen Rakyat Suriah di Majelis Dijamin Berdasarkan Kompetensi
Berdasarkan laporan SANA, juru bicara Komite Tinggi Pemilihan Majelis Rakyat Suriah, Nawar Najma, menegaskan bahwa proses pemilihan jauh dari prinsip pembagian kursi berdasarkan etnis atau aliran politik.
Menurut data yang disampaikan oleh kantor berita tersebut, Najma mengatakan bahwa pemilihan tidak berorientasi pada mekanisme “pemecahan kue” (al-muhasasa), melainkan pada prinsip keadilan dan kompetensi. “Representasi yang adil bagi semua komponen rakyat Suriah akan dijamin pada tataran kompetensi,” ujarnya.
Hingga laporan ini ditulis, pernyataan resmi dari Najma itu dipublikasikan oleh SANA dan mendapat perhatian luas dari kalangan politik di dalam negeri. Sumber lokal menyebutkan bahwa pemerintah berupaya menegaskan legitimasi proses melalui transparansi mekanisme seleksi dan verifikasi calon.
Belum dapat diverifikasi secara independen sejauh mana langkah-langkah konkret untuk menjamin representasi berbasis kompetensi tersebut telah diterapkan di semua daerah pemilihan. Tim redaksi masih memverifikasi informasi tambahan terkait prosedur verifikasi kelayakan calon dan pengawasan pemilu yang akan dilakukan pada tingkat lokal dan nasional.
Pernyataan Najma datang di tengah diskusi publik mengenai pentingnya inklusivitas dalam proses politik pasca-konflik. Pengamat menyatakan bahwa jaminan representasi berbasis kompetensi dapat meningkatkan kepercayaan publik jika disertai mekanisme audit dan partisipasi masyarakat yang nyata.
Photo by: Abdalhady Mansour, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship