Menlu Iran Mendesak Anggota BRICS Mengutuk AS dan Israel
Berdasarkan laporan Middle East Eye dan Los Angeles Times, Menteri Luar Negeri Iran pada Kamis menyerukan agar negara-negara anggota BRICS mengutuk apa yang menurutnya merupakan pelanggaran hukum internasional oleh Amerika Serikat dan Israel, termasuk ‘agresi ilegal mereka terhadap Iran’.
Menurut data dari pertemuan menteri luar negeri BRICS di New Delhi, delegasi Iran menekankan perlunya pernyataan bersama yang mengecam tindakan militer dan kebijakan yang dianggap menimbulkan ketegangan di kawasan.
Hingga laporan ini ditulis, belum ada reaksi resmi dari pemerintah AS atau Israel terhadap seruan tersebut. Pernyataan Iran tentang ‘agresi ilegal’ belum dapat diverifikasi secara independen.
Berdasarkan laporan Los Angeles Times oleh Sheikh Saaliq, meskipun BRICS berupaya menjadi penyeimbang terhadap dominasi Barat, kelompok yang diperluas menjadi 11 anggota ini masih terpecah akibat rivalitas internal — termasuk persaingan antara India dan China — serta kepentingan yang bertentangan antara Iran dan beberapa negara Teluk seperti UEA. Perpecahan ini, menurut laporan, menghalangi tercapainya sikap bersama terkait ketegangan di Timur Tengah.
Sumber lokal menyebutkan beberapa delegasi enggan mengambil posisi tegas terhadap Tehran karena kekhawatiran dampak politik dan ekonomi. Tim redaksi masih memverifikasi rincian perdebatan internal dan apakah akan ada pernyataan resmi BRICS terkait seruan Iran tersebut.
Belum dapat diverifikasi secara independen rincian tentang dugaan tindakan militer yang disebutkan oleh pejabat Iran.
Photo by: Saifee Art, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship