Mencipta Kekacauan: Apakah Israel Berupaya Menggoyang Perlawanan dengan Tangan Palestina?
Berdasarkan laporan media regional dan internasional, serangan udara Israel terus berlangsung di wilayah Gaza meski ada pengumuman gencatan senjata sejak 10 Oktober 2025.
Menurut data yang beredar, setidaknya 8 warga Palestina gugur pada Selasa akibat gelombang serangan yang menimpa bagian tengah dan selatan Gaza. Sumber lokal menyebutkan serangan terjadi di beberapa area termasuk Gaza City, Khan Yunis, dan kawasan Muwasi. Belum dapat diverifikasi secara independen semua rincian korban dan target operasi.
Laporan Haaretz menyebutkan bahwa beberapa serangan terfokus pada tokoh-tokoh yang terkait dengan sayap militer Hamas, termasuk yang diklaim sebagai kepala sayap tersebut dan arsitek serangan 7 Oktober. Hingga laporan ini ditulis, operasi dan ketegangan masih dilaporkan berlangsung di beberapa titik.
Sementara itu, menurut pemberitaan lain, kepala Shin Bet Israel melakukan kunjungan ke Uni Emirat Arab untuk bertemu Mohammed Dahlan, mantan kepala keamanan Gaza dan tokoh politik yang menjadi rival Presiden Mahmoud Abbas. Pertemuan semacam ini memicu spekulasi bahwa ada upaya memperkuat aktor-aktor Palestina tertentu sebagai bagian dari strategi yang lebih luas, meski motif dan hasil pertemuan masih belum jelas. Tim redaksi masih memverifikasi detail pertemuan dan implikasinya.
Di tingkat diplomasi, Nickolay Mladenov — utusan “Board of Peace” untuk Gaza — memberi tahu Dewan Keamanan PBB bahwa penolakan Hamas untuk melucuti senjata menjadi hambatan utama bagi implementasi peta jalan gencatan senjata 20 poin yang dimediasi AS. Menurut laporan, rencana tersebut mensyaratkan pelucutan senjata Hamas sebagai imbalan penarikan pasukan Israel dan pembentukan administrasi teknokrat Palestina (NCAG). Hamas menolak syarat ini, sementara kritik juga menyebut Israel belum memenuhi kewajibannya terkait aliran bantuan kemanusiaan dan penghentian serangan. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim tersebut mengenai pemenuhan kewajiban kedua belah pihak.
Pertanyaan utama yang mengemuka: apakah tindakan militer yang terfokus dan upaya-lobi politik terhadap tokoh-tokoh Palestina merupakan bagian dari strategi yang dimaksudkan untuk “menggoyang” perlawanan dengan memanfaatkan elemen-elemen Palestina sendiri? Beberapa pengamat menyatakan kecemasan bahwa kombinasi tekanan militer dan manuver politik bisa dimaksudkan untuk mendorong fragmentasi internal, tetapi klaim ini masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.
Sumber-sumber yang kami gunakan termasuk laporan-laporan Haaretz, kutipan pernyataan Nickolay Mladenov di Dewan Keamanan, dan pemberitaan lokal terkait korban di Gaza. Belum dapat diverifikasi secara independen seluruh rincian yang beredar, dan tim redaksi masih memverifikasi informasi tambahan serta konteks yang lebih luas sebelum menyimpulkan motif strategis di balik peristiwa-peristiwa ini.
Photo by: Monirul Islam, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship