Mantan Kepala CIA Serang Kesepakatan Iran yang Diusulkan
Berdasarkan laporan, mantan Direktur CIA dan mantan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengkritik keras kesepakatan yang sedang dibahas antara Amerika Serikat dan Iran. Pompeo mengatakan kesepakatan itu tampak mengikuti pendekatan yang sama dengan tokoh-tokoh yang terlibat dalam perjanjian nuklir era Obama, yaitu Wendy Sherman, Robert Malley, dan Ben Rhodes.
Menurut data yang beredar, Pompeo menuduh bahwa rancangan perjanjian akan menguntungkan Garda Revolusi Iran (IRGC) dan bahkan menuduh langkah itu ibarat ‘membayar IRGC untuk membangun program senjata pemusnah massal dan meneror dunia’. Pernyataan tersebut diunggah Pompeo melalui akun media sosialnya pada 23 Mei 2026.
Berdasarkan laporan dari beberapa media AS, Presiden Trump menyatakan bahwa sebuah kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Iran ‘sebagian besar telah dinegosiasikan’, dengan mediasi yang melibatkan Pakistan dan konsultasi kepada beberapa sekutu regional. Rancangan Memorandum of Understanding itu disebut-sebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan pengakhiran blokade maritim AS, sementara isu sensitif seperti program nuklir ditunda untuk pembicaraan terpisah dalam 30-60 hari.
Sumber lokal menyebutkan bahwa draf perjanjian masih dalam tahap penulisan dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemerintahan AS konservatif. Menurut data, konflik yang meletus sejak Februari 2026 telah menyebabkan ribuan korban tewas dan kerugian ekonomi yang besar, dan sejumlah pihak memperingatkan konsekuensi berat jika permusuhan berlanjut sebelum kesepakatan final tercapai.
Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim mengenai rincian perjanjian dan tuduhan yang dilontarkan terhadap implikasi bagi IRGC. Hingga laporan ini ditulis, baik pejabat AS maupun Iran menyatakan perundingan masih berlangsung dan belum final. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan Pompeo dan detail draf kesepakatan yang beredar.
Photo by: Lara Jameson, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship