Krisis Kemanusiaan Memperburuk: Penahanan Wanita Palestina, Serangan di Lebanon, Serangan Pemukim, dan Deportasi Aktivis
Berdasarkan laporan organisasi tahanan Palestina, pasukan Israel melakukan razia berkali-kali di bagian wanita Penjara Damon sepanjang Maret dan April, dengan laporan penganiayaan fisik, pemukulan, dan penghinaan. Menurut data, 88 tahanan wanita — termasuk anak di bawah umur dan perempuan hamil — mengalami kondisi memburuk: kepadatan luar biasa, kebijakan kelaparan, penggeledahan telanjang rutin, serta penolakan perawatan medis untuk penyakit kronis termasuk kanker. Sebagian besar ditahan dengan tuduhan “hasutan” atau di bawah penahanan administratif tanpa dakwaan formal.
Menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon dan laporan media, serangan udara Israel di Lebanon menewaskan 39 orang dalam satu hari. Beberapa korban sipil, termasuk anak-anak dan seorang warga Suriah, dilaporkan gugur dalam serangan yang berulang di Nabatieh. IDF mengklaim serangan terhadap Saksakiyeh menargetkan militan Hezbollah; sedikitnya tujuh orang tewas dalam serangan itu yang disebut menyasar anggota kelompok bersenjata. Hingga laporan ini ditulis, jumlah korban di Lebanon sejak awal Maret dilaporkan hampir mencapai 2.800. Belum dapat diverifikasi secara independen seluruh klaim terkait sasaran dan identitas korban.
Sumber lokal menyebutkan bahwa pada akhir pekan 8–9 Mei, pemukim Israel melancarkan lebih dari 20 serangan di Tepi Barat. Serangan itu, menurut laporan Palestina, menyebabkan sejumlah luka — termasuk seorang perempuan hamil — serta kerusakan properti yang signifikan seperti pembakaran rumah dan pencabutan pohon zaitun.
Berdasarkan laporan media internasional, Israel juga telah mendeportasi dua aktivis asing, Saif Abu Keshek dari Spanyol dan Thiago Avila dari Brasil, setelah menahan mereka dari sebuah flotilla bantuan yang menuju Gaza pada 30 April. Israel menuduh kedua pria tersebut terlibat dalam kegiatan ilegal atau memiliki hubungan dengan organisasi yang dianggap teroris, namun para aktivis menyatakan mereka melakukan misi kemanusiaan untuk mengirim bantuan dan memecah blokade Gaza. Belum dapat diverifikasi secara independen tuduhan afiliasi yang dilontarkan pihak berwenang.
Tim redaksi masih memverifikasi rincian tambahan dan klaim dari semua pihak terkait. Kami akan memperbarui laporan ini bila informasi baru dapat dipastikan.
Photo by: George 🦅, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship