Gugurnya Warga dan Kehancuran Luas Akibat Serangan Israel di Gaza dan Khan Younis Khatam-e-Namaz: Tradisi Unik Rohingya Merayakan Eid al-Fitr dengan Doa dan Kuliner The Guardian: Perintah Netanyahu Kuasai 70% Gaza Tumbangkan Rencana Trump Di Tengah Pemboman dan Pengungsian, Anak-anak Gaza Tetap Menyambut Kegembiraan Idul Serangan Drone Israel di Gaza City, Tiga Warga Palestina Gugur Beyond Gaza: Meluasnya Geografi Pengungsian Dari Spionase ke Provokasi: Mantan ‘Mata-mata Israel’ Serukan Persiapan Perang terhadap Turki dan Mesir Palestina Peringatkan Memburuknya Krisis Kemanusiaan di Gaza di Tengah Blokade Israel 9 Warga Palestina Terluka Akibat Pengeboman di Gaza pada Hari Ketiga Idul Adha Netanyahu Perintahkan Tentara Kuasai 70 Persen Jalur Gaza Gugurnya Warga dan Kehancuran Luas Akibat Serangan Israel di Gaza dan Khan Younis Khatam-e-Namaz: Tradisi Unik Rohingya Merayakan Eid al-Fitr dengan Doa dan Kuliner The Guardian: Perintah Netanyahu Kuasai 70% Gaza Tumbangkan Rencana Trump Di Tengah Pemboman dan Pengungsian, Anak-anak Gaza Tetap Menyambut Kegembiraan Idul Serangan Drone Israel di Gaza City, Tiga Warga Palestina Gugur Beyond Gaza: Meluasnya Geografi Pengungsian Dari Spionase ke Provokasi: Mantan ‘Mata-mata Israel’ Serukan Persiapan Perang terhadap Turki dan Mesir Palestina Peringatkan Memburuknya Krisis Kemanusiaan di Gaza di Tengah Blokade Israel 9 Warga Palestina Terluka Akibat Pengeboman di Gaza pada Hari Ketiga Idul Adha Netanyahu Perintahkan Tentara Kuasai 70 Persen Jalur Gaza

Menjelang Pengesahan Hukuman Mati, Knesset Akan Memvoting Pembentukan Pengadilan Militer Khusus untuk “مقاومي النخبة”

Admin May 11, 2026 at 21:03
Menjelang Pengesahan Hukuman Mati, Knesset Akan Memvoting Pembentukan Pengadilan Militer Khusus untuk “مقاومي النخبة”

Berdasarkan laporan متابعة قدس الإخبارية, Knesset Israel dijadwalkan memvoting pada sesi kedua dan ketiga hari ini sebuah rancangan undang-undang yang mengusulkan pembentukan pengadilan militer khusus untuk menuntut kaum yang digambarkan sebagai “مقاومي النخبة” (mukawim al-nukhba). Menurut data dari beberapa media Israel, rancangan itu memberi wewenang khusus kepada pengadilan untuk menangani perkara-perkara terkait serangan 7 Oktober dan memungkinkan penerapan hukuman mati bagi terdakwa atas kejahatan tertentu seperti pembunuhan dan kekerasan seksual.

Sumber lokal menyebutkan pemungutan suara akan berlangsung dengan tujuan mempercepat proses peradilan yang digambarkan oleh para pendukungnya sebagai upaya untuk menegakkan akuntabilitas atas serangkaian serangan besar. Rancangan undang-undang itu juga dilaporkan mengatur beberapa ketentuan prosedural: pengelompokan sidang berdasarkan lokasi serangan, penggunaan kesaksian video untuk terdakwa, serta jaminan banding otomatis untuk putusan hukuman mati. Hingga laporan ini ditulis, belum ada keputusan final dari Knesset.

Beberapa laporan asing, termasuk analisis singkat dari Ynet News dan The Jerusalem Post, menyebutkan rancangan tersebut bertujuan menangani jumlah besar kasus sekaligus menegaskan hak-hak korban dengan menyebut kemungkinan persidangan yang disiarkan publik. Tim redaksi masih memverifikasi rincian teknis terkait mekanisme pembuktian dan jaminan hukum internasional yang akan diterapkan.

Belum dapat diverifikasi secara independen apakah pembentukan pengadilan ini telah mendapat konsensus luas di antara faksi-faksi Knesset atau akan menghadapi tantangan hukum di pengadilan tinggi Israel. Sumber lokal menyebutkan pula bahwa pihak-pihak yang menentang khawatir terhadap implikasi hak asasi dan standar peradilan yang berbeda dari praktik biasa. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan resmi dari pemerintah Israel dan kementerian terkait.

Hingga laporan ini ditulis, proses legislasi sedang berlangsung dan hasil pemungutan suara belum diumumkan secara resmi. Tim redaksi masih memverifikasi semua klaim dan akan memperbarui berita ini setelah ada konfirmasi independen dari sumber resmi.

Photo by: Faruk Yıldız, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.